| artikel |
“Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia.”
Siapa yang tidak pernah mendengar ataupun membaca penggalan kalimat di atas ? Tentunya orang-orang yang merasa bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pasti pernah mendengar ataupun membaca penggalan kalimat itu. Kalimat di atas merupakan isi dari Sumpah Pemuda yang disepakati oleh seluruh pemuda dan pemudi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. Tekad bulat para pemuda dan Pemudi Indonesia yang diperjuangkan dengan penuh semangat ini seharusnya mampu menyemangati generasi muda Indonesia secara turun-temurun dan senantiasa dipertahankan.
Suatu prestasi yang luar biasa saat sibuk masih bias berprestasi yang sangat membanggakan. Tidak hanya dibidang akademis, non akademis pun tidak kalah. I Komang Trisna Aryawan atau yang akrab disapa Wawan baru-baru ini menjadi peringkat 5 dalam bidang biologi di Universitas Malang Se-Jawa, Bali dan Lombok. Prestasi yang sungguh membanggakan bagi siswa kelahiran Singaraja, 18 April 1994 ini.
Juri Kehati Award 2012 (penghargaan bidang lingkungan tingkat nasional), datang ke Trisma, Kamis (19/1). Tujuannya memverifikasi atau menilai kiprah tim jurnalistik ‘Madyapadma Journalistic Park’ –SMAN 3 Denpasar selama delapan tahun terakhir (2003-2011). Verifikasi langsung ke Trisma, menurut Pemimpin Umum ‘Madyapadma Journalistic Park’, Putu Ayu Suastidewi, karena Madyapadma lolos menjadi nominator di Kehati Award 2012 kategori Tunas Lestari Kehati (kategori generasi muda, mahasiswa dan pelajar). “MP termasuk satu dari tiga nominator kategori Tunas Lestari Kehati,” terang Ayu Suastidewi.
Malam tahun baru biasanya identik dengan perayaan yang dilaksanakan di luar rumah, atau sekedar acara bermain kembang api, dan kemeriahan lainnya utamanya dikalangan remaja. Biasanya, memang tidak ‘klop’ bagi para remaja jika malam tahun baru hanya berdiam diri di rumah dan sekedar berkumpul tanpa merayakannya ke luar rumah. Dan yang sudah banyak terjadi, kekecewaan mereka dilampiaskan melalui situs jejaring sosial yang notabene di baca oleh banyak penggunanya.
Hari demi hari telah berlalu dan tak terasa tahun sudah berganti menjadi 2012. Kita membuka lembaran baru dengan hari, semangat dan suasana yang baru. Tahun baru pun dirayakan dengan cara-cara kita sendiri. Mulai dari berkumpul bersama keluarga, saudara, teman, hingga mengadakan pesta kembang api untuk memeriahkan tahun yang sebentar lagi akan berganti. Tahun baru pun sering diidentikkan dengan terompet dan petasan yang mewarnai langit malam tahun baru. Tidak tahun baru jika tidak ada mereka-mereka. |