We have 88 guests and no members online
Pagi sampai petang
Telah kutimang
Potret senyum sumbang
Juga sebidang dada lapang
Pagi sampai petang
Telah kutimang
Potret senyum sumbang
Juga sebidang dada lapang
Rasanya aku ingin menyerah, lelah akan semua masalah. Hatiku berteriak, "Tak sudikah seseorang menenangkanku? Menghapus tangisku?" Hanya dirinya, ya hanya sang bulan yang bersedia berada di sampingku.
Mata kami saling memandang. Genggaman erat yang seolah mengatakan tak akan pernah ada yang bisa memisahkan. Si manis bermata cokelat, wajahnya begitu manis dengan tatapan yang begitu lekat. Kami ada di sebuah suasana tenang namun penuh kemeriahan. Entah di dunia mana kami saat itu, yang jelas hanya nyaman yang bisa terasa.
Dahulu sekali
Aku adalah hal yang paling ditakuti
Aku menjadi momok yang mengerikan
Bagi si dia calon cendikiawan
We have 88 guests and no members online