We have 154 guests and no members online
Aku tak sengaja melangkah
ke pojok kesepian
Ranah dimana tempatmu,
menuntut puan untuk bermanja
Kau merasa aku adalah yang tepat
Tak sadar diri,
kau buta
Aku tak sengaja melangkah
ke pojok kesepian
Ranah dimana tempatmu,
menuntut puan untuk bermanja
Kau merasa aku adalah yang tepat
Tak sadar diri,
kau buta
Seorang gadis perempuan tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah desa yang kumuh. Hanya sedikit penduduk yang terlihat di desa itu dan kabarnya desa itu tempat bekas pembantaian jaman dahulu.
Aku bangun dari tempat dudukku. Sudah lima belas menit aku diam disini sambil menatap orang berlalu-lalang di tengah keramaian ini. Aku menghembuskan nafasku dan kembali beraktivitas seperti biasa. Sudah berhari-hari aku seperti ini, tidak tau sampai kapan ini akan berakhir. Sangat sulit rasanya menjalani semua ini. Tidak! Aku harus tetap berusaha demi keluargaku.
Aku mengintip dari balik pohon beringin, agak jauh dari gadis itu. Ia masih duduk bersimpuh di sana. Wajahnya terlihat serius. Tangan indahnya terlihat sedang menggoreskan tinta ke selembar kertas yang ia bawa dari rumah. Kulihat sebutir air mata jatuh dari pelupuk matanya dan diikuti tetes-tetes air mata berikutnya. Ya, dia pasti menulis surat lagi!
We have 154 guests and no members online