Judul: The Book of Life (2014)
Sutradara: Jorge R. Gutiérrez
Genre: Animasi, Fantasi, Petualangan
Durasi: 1 jam 35 menit
Pemeran: Diego Luna, Zoë Saldaña, Channing Tatum
The Book of Life merupakan film animasi karya sutradara Jorge R. Gutiérrez yang menampilkan perpaduan budaya Meksiko, kisah cinta segitiga, unsur fantasi, serta nilai-nilai keluarga yang dikemas secara hangat. Film ini mengisahkan tiga sahabat masa kecil bernama Manolo, Maria, dan Joaquín yang tumbuh dengan karakter yang berbeda namun saling melengkapi. Konflik dimulai ketika dua dewa dunia arwah, La Muerte dan Xibalba, melakukan taruhan mengenai siapa di antara Manolo dan Joaquín yang akan menikahi Maria. Taruhan ini memicu serangkaian peristiwa yang membawa Manolo masuk ke dunia arwah setelah mengalami tipu daya Xibalba. Di sana, ia menjelajahi “Land of the Remembered”, dunia penuh warna dan kehidupan tempat arwah yang dikenang hidup bahagia. Perjalanan ini menjadi titik balik bagi Manolo untuk menghadapi ketakutan terbesarnya, menemukan keberanian sejati, dan memahami bahwa mengikuti suara hati lebih penting daripada memenuhi tuntutan orang lain.
Secara visual, film ini menawarkan tampilan yang sangat khas dan berbeda dari animasi pada umumnya. Karakter-karakternya dirancang menyerupai boneka kayu dengan bentuk tubuh kaku namun ekspresif, terinspirasi dari seni rakyat Meksiko. Penggunaan warna-warna cerah, neon, dan motif tradisional membuat setiap adegan terasa hidup dan memukau. Dunia arwah ditampilkan sebagai tempat penuh cahaya, musik, dan kebahagiaan, berlawanan dengan stereotip dunia kematian yang gelap. Sinematografinya menggunakan sudut pandang kreatif dan pergerakan kamera dinamis untuk menonjolkan suasana fantastis yang memanjakan mata.
Dari segi musik, The Book of Life menyajikan perpaduan unik antara musik mariachi, instrumen tradisional, dan beberapa lagu modern yang diaransemen ulang dengan gaya Latin. Musik menjadi elemen penting yang memperkuat emosi dan menggambarkan jati diri Manolo sebagai seorang musisi. Pengisi suara seperti Diego Luna, Zoë Saldaña, dan Channing Tatum berhasil menghadirkan karakter yang hidup, penuh emosi, dan menghibur, sementara humor yang dihadirkan tidak berlebihan sehingga tetap cocok untuk segala usia.
Meski demikian, film ini memiliki beberapa kekurangan, seperti alur yang terkadang bergerak terlalu cepat sehingga beberapa bagian terasa kurang dieksplorasi. Beberapa karakter sampingan juga memiliki potensi besar namun tidak mendapatkan porsi cerita yang memadai. Namun secara keseluruhan, The Book of Life tetap menjadi film animasi yang kaya budaya, penuh pesan moral, dan sangat menyenangkan untuk ditonton. Dengan kisah yang menggugah, visual unik, serta musik yang memikat, film ini berhasil memberikan pengalaman yang hangat dan berkesan bagi penontonnya. (Kirana Saraswati)

