Tidak semua pemimpin lahir dari rencana besar. Sebagian justru muncul dari langkah kecil yang awalnya tidak terlalu dipikirkan. Itulah yang terjadi pada Ida Bagus Putra Banu Diwangkara, siswa yang awalnya hanya mengikuti jejak kakaknya, tetapi kini berdiri sebagai Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park.
Tidak semua orang yang besar di Madyapadma datang dari latar belakang organisasi yang panjang. Ada pula yang memulai dari lingkaran kecil atau bahkan dari bidang yang sama sekali tidak berkaitan. Salah satunya adalah Ida Bagus Putra Banu Diwangkara, atau yang akrab disapa Banu. Lahir di Denpasar pada 16 Juni 2008, ia dikenal sebagai sosok yang energik dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Keputusannya bergabung dengan Madyapadma Journalistic Park justru bermula dari alasan sederhana: mengikuti jejak kakaknya. Padahal sebelum duduk di bangku SMA, dunia yang digelutinya adalah catur, bidang yang hampir tidak memiliki irisan dengan jurnalistik. “Anak catur nih bos,” ujarnya dengan rasa bangga. Namun langkah sederhana itu ternyata mengantarnya pada perjalanan organisasi yang jauh lebih besar dari dugaan awalnya.
Selama tahun pertamanya di Madyapadma, Banu menemukan ruang yang membuatnya bertumbuh. Sebelum dipercaya menjadi Pemimpin Umum Madyapadma, Banu sudah lebih dulu memiliki rekam jejak prestasi yang kuat. Ia pernah meraih Juara 1 Communiphoria, Silver Medal dalam Lomba Essay Naturaco, serta Juara 2 Lomba LPB tingkat Provinsi 2025. Konsistensinya berlanjut saat ia memperoleh Silver Medal dan Gold Medal pada gelaran IID 2025.
Perjalanan Banu menjadi Pemimpin Umum Madyapadma bukanlah sesuatu yang ia rencanakan. Ia mengaku tidak menyangka akan menjadi ketua ekstrakurikuler. “Kaget banget lah, ga pernah kepikiran sebelumnya buat jadi ketua ekstrakurikuler,” katanya. Meski sempat tak percaya, ia menerima amanah tersebut dengan sikap terbuka dan belajar untuk menyesuaikan diri dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Menjadi Pemimpin Umum berarti mengawasi seluruh rangkaian kegiatan Madyapadma, termasuk PRESSLIST 15 yang merupakan salah satu kegiatan yang diadakan secara rutin di setiap tahunnya. Ia memastikan alur kerja tetap terarah, koordinasi berjalan baik, dan anggota merasa nyaman dalam menjalankan tugasnya. Tantangan terbesar baginya adalah mengatur berbagai karakter yang berbeda. Menyatukan pemikiran banyak orang dalam satu tujuan memang tidak mudah, tetapi dari sanalah ia belajar mengenai komunikasi dan keberanian mengambil keputusan.
Meski memimpin organisasi besar, Banu menyimpan harapan yang sederhana. Ia ingin PRESSLIST 15 berjalan lancar, sekaligus menjadi wadah apresiasi bagi jurnalis dan sineas muda. Lebih jauh lagi, ia berharap Madyapadma terus tumbuh dan mampu melahirkan generasi yang semakin kreatif dan kritis. (gan)

