Kabar akan diedarkannya vaksin Covid-19 di awal tahun 2021, menjadi angin penyejuk di kala pandemi. Namun nyatanya, vaksin Covid-19 hanya dapat diberikan ke golongan usia tertentu. Sayang, telah lama dinanti oleh pelajar. Namun mayoritas dari mereka tak masuk golongan beruntung itu.
Informasi terkait vaksinasi Covid-19 tengah menjadi perbincangan hangat saat ini. Tentunya hal tersebut menimbulkan secercah harapan bagi masyarakat dari belenggu ketakutan pandemi. Ni Made Sintya Widyasari (16), salah satu siswa SMAN 3 Denpasar menyambut hangat kabar tersebut. “Vaksin yang akan hadir tentu saja akan membawa dampak baik bagi kehidupan, yang akan dapat meminimalisir semakin meningkatnya Covid 19,” ucap Sintya Widyasari ketika diwawancarai secara daring pada Rabu (04/11). Hal serupa juga dirasakan oleh Desak Putu Winarti (45). "Ini tentu saja kabar yang sangat menggembirakan, saya sangat mengapresiasi sekali dengan segera hadirnya vaksin Covid 19,” ujar Putu Winarti salah satu perawat di RSU Dharma Yadnya.
Pemberian vaksin adalah angin segar bagi masyarakat, namun sayangnya vaksinasi ini hanya dapat diberikan pada golongan usia tertentu. Hanya golongan usia 18 - 59 tahun yang dapat menggunakan vaksin Covid-19. Sementara di luar usia tersebut, pemerintah menilai belum ada jaminan keamanannya. Hal tersebut dikarenakan produksi vaksin Sinovac, Sinofarm, dan Cansino yang akan diedarkan di Indonesia baru hanya dilakukan uji klinis tahap III pada kelompok usia 18 - 59 tahun saja.
Informasi adanya batasan usia ini pun turut didengar oleh Putu Wiranti. “Menurut saya untuk saat ini sudah tepat sasaran usia pemberian vaksin covid 19 untuk kelompok usia 18- 59 tahun, karena sesuai dengan uji tingkat keamanan untuk usia tersebut. Dan semoga segera dilakukan penelitian untuk rentang usia di bawah 18 dan di atas 60 tahun. Sehingga bisa mendapat vaksin Covid-19 juga," kata Putu Wiranti.
Mengetahui bahwa vaksinasi Covid-19 hanya dapat diberikan pada rentang usia 18-59 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pelajar Indonesia belum bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 kecuali bagi mereka yang sudah berusia 18 tahun. Lantas bagaimakah tanggapan mereka mengenai kabar tersebut?
Pemberian vaksin hanya pada rentang usia 18-59 tahun ini memberi kekecewaan tersendiri bagi Made Dwitya (17). "Meskipun usia 1-17 masih memiliki kekebalan imun yang cukup kuat untuk melawan virus, menurut saya tetap divaksinasi karena bisa saja virus menjangkit," tutur Made Dwitya. Kekecewaan lainnya pun juga datang dari Sintya Widyasari. "Sangat disayangkan jika memang seperti itu, karena anak anak dan para lansia juga sering terdampak,” aku Sintya Widya. Bagi Sintya, terlebih lagi pada kalangan anak-anak. Justru mereka berpotensi terjangkit, sebab masih belum sepenuhnya tertib menerapkan protokol kesehatan.
Terlepas ada tidaknya vaksin Covid-19, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan membentuk imun tubuh yang kuat. Putu Winarti menjelaskan, "Harus disadari bahwa vaksinasi saja bukan senjata ampuh dalam penanggulangan Covid 19. Jadi tetap harus diimbangi dengan menjaga kebiasaan hidup bersih dan sehat. Dan kehidupan akan kembali normal namun melaju ke arah normal baru, dimana saat terjadinya pandemi Covid 19 di dalam kehidupan masyarakat, secara tidak disadari akan terbentuk kebiasaan baru." (mo/dp)

