Cuti bersama yang merupakan gabungan dari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama kini membuka peluang pada Bali, dimana sebagai pariwisata destinasi dunia. Namun, sebagian masyarakat juga memanfaatkan liburan ini untuk berdiam di rumah saja.
Semenjak wabah pandemi Covid-19 muncul, pariwisata di Bali langsung tersendat. Penutupan pariwisata ini diberlakukan dengan tujuan agar masyarakat baik lokal maupun domestik aman dan tidak terpapar virus Corona. Kini pemerintah provinsi Bali telah membuka destinasi wisata untuk masyarakat lokal maupun luar Bali. Sejumlah lokasi yang biasanya lenggang pada masa pandemi Covid-19, kini terasa geliat aktivitas wisatawan.
Walaupun begitu, ada juga masyarakat yang masih dapat menahan diri, merasa takut terhadap pandemi Covid-19 ini. "Saya diam di rumah saja karena Corona," ujar I Komang Arik Surya (16) selaku siswa kelas XI SMA Negeri 3 Denpasar ketika diwawancarai secara daring pada Senin (02/11). Perasaan senang karena pariwisata kini mulai hidup kembali seperti biasa pun menyelimutinya. “Saya senang, karena bisa seperti biasa ngerasaiin suasana seperti dulu sebelum adanya pandemi Corona ini, tetapi merasa takut juga karena masih ramai jadi kita harus tetap waspada," tambah Arik Surya.
Hal tersebut pun juga dimanfaatkan beberapa kalangan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. "Saat liburan akhir pekan minggu lalu, saya tidak mengujungi destinasi wisata dikarenakan situasi pandemi covid-19 ini saya meluangkan waktu untuk keluarga," ujar Kadek Indira Maheswari (16) selaku siswa SMA Negeri 3 Denpasar. Sementara itu, untuk mengantisipasi membludaknya wisatawan pada libur panjang ini, kini Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4253 Tahun 2020 tertanggal 22 Oktober 2020 tentang Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Tempat-Tempat Wisata dengan tujuan agar dalam liburan ini tidak menciptakan klaster baru. Maka dari itu, kuota wisatawan pada daya tarik wisata pun dibatasi hanya 50%, "Semoga pariwisata di Bali semakin berkembang tanpa terdapat penyebaran Virus Corona," tutup Indira. (ek/dp)

