Segelintir pemuda tampak sibuk menyusun kayu lengkap dengan spanduknya. Meski mentari mulai tenggelam, tak sedikitpun menyurutkan semangat mereka menuntaskan rangkaian itu.
Setidaknya begitulah gambaran suasana H-1 menjelang OPSSH (Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora -red). Tak hanya itu, Workshop SMA Negeri 3 Denpasar tampak berbeda dari biasanya. Beberapa partisi lengkap dengan poster penelitian mengisi ruangan itu. Para panitia dengan sigap dan cekatan menyiapkan segala keperluan. Walau sibuk, tak mengurangi antusias mereka menyelesaikan tanggung jawabnya.
OPPSH V diselenggarakan selama dua hari, yakni 16 - 17 September 2017. Kemarin Sabtu (16/09), telah berlangsung pameran serta penjurian poster. Sudah sesuai rencana awal, penjurian dan pameran pun telah berangsur sejalan dengan perkiraan. "Kemarin menurut saya pribadi, sudah sesuai ekspektasi sih. Panitia juga saling bekerjasama dengan koordinasi yang baik, sehingga acara penjurian dan pamerannya bisa dibilang lancar," ungkap I Kadek Adiana (30) selaku koordinator guru dibidang lomba dan penjurian. Seperti yang diungkapkan Adiana, kerjasama antar panitia merupakan pondasi awal suksesnya sebuah acara. Hal serupa juga dikatakan Ni Kadek Anggreni (32). Menurutnya ajang penelitian ini tidak akan berjalan lancar tanpa bantuan antar peserta, orang tua, guru pembimbing serta panitia. "Semua memegang peran penting disini, tanpa bantuan dari segala pihak tentu gak akan berjalan lancar di hari Sabtu. Semoga hari ini pun lancar dan selesai tepat waktu juga," ujar bendahara OPSSH V kepanitiaan guru ini. Namun, meski kemarin berjalan lancar Anggreni mengaku dana yang minim masih menjadi pertimbangan ketika persiapan. Mereka mengaku harus memaksimalkan dana yang ada tanpa mengurangi runtutan inti acara. Hal ini terbukti dengan terselenggaranya OPSSH yang dikemas menarik ditengah terbatasnya dana.
Terselenggaranya OPPSH tak luput dari kerjasama antar panitia siswa. Hal ini diakui Guntur Saputra(16), koordinasi adalah hal penting dalam suatu acara. "Tentu harus saling koordinasi dan kerjasama, walaupun persiapan banyak tapi bisa dikerjain karena bareng-bareng. Seru sih dan seneng juga karena dapat pengalaman baru," ujar koordinator panitia acara ini. Kendati melibatkan banyak orang, persiapan untuk OPSSH ini tergolong singkat sehingga beberapa panitia tampak kewalahan dan bingung akan teknis acaranya. "Persiapan sendiri baru intens beberapa minggu belakangan ini. Jadi bingung teknisnya, apalagi aku juga belum tau jelas OPPSH kayak gimana. Namun, harus siapin sebaik mungkin sih," ucap Tri Sendyana (16) selaku sie perlengkapan dan dekorasi. Walau demikian pria yang akrab disapa Atik ini, tetap berusaha agar acara berjalan sukses dengan yakin dan saling kerjasama berbagi tugas dengan panitia lain.
Berjalan lancar dihari pertama, tetapi perjuangan belum berakhir, masih ada hari ini Minggu (17/09). "Saya harap hari ini berjalan lancar sampai penutupan. Dan panitia juga tetap berpartisipatif dan saling kerjasama sampai berakhirnya OPSSH," harap Adiana (30) saat diwawancarai pagi(17/09). Atik (16) menambahkan, "Semoga semua kendala dapat teratasi dan acara sukses berjalan lancar," tutup pria kelahiran Denpasar, 26 April 2001 ini diakhir wawancara. (non/gia)


