Bangga, senang, dan tidak percaya. Kata-kata tersebut cocok dijadikan topik perjalanan dua kelompok beserta tim news presenter yang menyabet penghargaan utama sekaligus news presenter favorit dari Lingkar Pers Mahasiswa Media Ekonomika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 2021.
Walaupun sudah mulai uji coba PTM (Pelajaran Tatap Muka) pada awal Oktober, terkadang masih melekat dalam nuansa malas, tidak mau melakukan apa-apa, dan hanya menghabiskan waktunya untuk sekolah setelah itu rebahan. Namun, tidak semua orang melakukan niatan tersebut. Masih ada saja orang-orang yang punya api membara didalam tubuhnya.
Kali ini tak hanya satu melainkan dua sekaligus news presenter favorit juri disabet habis oleh dua tim Madyapadma SMA Negeri 3 Denpasar, dimana terdiri dari tim Madya-3 News membawa pulang juara II mini newspaper sekaligus menjadi tim dengan laporan utama terbaik dan tim Padma-3 News membawa pulang juara I mini newspaper sekaligus menjadi tim dengan layouter terbaik, "Yang pasti bangga dan senang banget, nggak nyangka sih sebenarnya kedua tim bisa borong gitu langsung juara 1 dan 2 nya. Apalagi sempat liat-liat punya tim lawan bagus-bagus, terus liat punya juara tahun lalu juga bagus gitu. Ditambah menurut saya persiapan tim saya kurang matang, jadi saya sendiri benar-benar ga berekspektasi banyak sebenarnya," ujar Putu Jyotira Dias (16) selaku siswa SMA Negeri 3 Denpasar yang tergabung dalam tim Madya-3 News saat diwawancarai via online tim Madyapadma pada Kamis (28/10).
Walaupun sukses membawa juara II, namun banyak lika-liku yang telah dilampaui oleh tim Madya-3 News, terutama dimana sebagian besar tim Madya-3 News ikut lomba lain yang tenggatnya di hari-hari menjelang deadline, "Setelah TM (technical meeting), kami belum ada diskusi sama sekali tentang apa yang ingin kami bahas karena jadwalnya saat itu benar-benar padat sekali. Beberapa narasumber ada yang bersedia saat itu juga diwawancarai online, tetapi sebagian besar dari mereka bersedianya wawancara langsung atau bahkan chat kami pun cuma dibaca saja. Pas tau masalah itu, kami langsung cari narasumber lain yang bersedia," ujar Putu Masayu Cahyaning Lestari (16) yang tergabung juga dalam tim Madya-3 News.
Berbeda cerita dengan tim Padma-3 News yang sempat mengalami struggle pada saat pemilihan narasumber, "Sebelumnya saya sama sekali belum pernah ikut lomba jurnalistik maupun mini newspeper. Sedikit nervous, tapi akhirnya saya bisa melewatinya dengan baik. Saya sendiri juga belajar untuk melatih kepercayaan diri untuk mewawancarai narasumber," ujar Putu Sekarasri Upadani (15) selaku siswa SMA negeri 3 Denpasar yang tergabung dalam tim Padma-3 News.
Bersamaan dengan Ni Ketut Ayu Fitarini (16) yang tergabung juga dengan tim Padma-3 News yang merasa cukup minder untuk mengikuti lomba menulis terutama mini newspaper, "Awalnya saya ikut seleksi ini mengambil rubrik tajuk yang nggak perlu wawancara karena saya sama sekali tidak punya kenalan yang tahu dan juga seorang perintis start-up. Eh ternyata diganti, penulis tajuk jadinya buat laporan khusus. kepupungan (Kelabakan - red) deh saya, belum lagi saat itu masih KOPSI juga. Rasanya makin deg-degan banget, bingung siapa orang yang saya kenal dan mau diajak wawancara. Intinya make sure sampai memang benar-benar aman. Akhirnya masuk ke layout. Disini cukup struggling karena tenggat jam itu sekitar H-3 jam belum selesai. Akhirnya 24 oktober, awarding. Deg-degan banget. Saya dan teman-teman setim tidak ada berharap tinggi, tapi kami sudah berusaha yang terbaik tentunya juga berdoa. Detik-detik pengumuman juara 1, saya seakan-akan ga denger apa-apa. Langsung tangan saya dipegang sama kakak saya 'Tut, tim kamu!'. Saya lihat, gak percaya, nangis. Karena jujur, kita berdoa yang terbaik, tapi juara 1 rasanya kayak...seneng gila."
Tidak hanya dari tim mini newspaper, walaupun tidak mengantongi juara tetapi news presenter ditetapkan sebagai favorit juri oleh Lingkar Pers Mahasiswa Media Ekonomika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang diumumkan pada 24 Oktober 2021, "Saya tentunya merasa sangat senang dan bangga walaupun hanya mendapatkan favorite juri bukan juara. Karena awalnya saya benar-benar insecure melihat peserta lainnya yang sudah biasa memenangkan lomba news presenter," ujar Anak Agung Istri Chandani Aura (16) selaku siswa SMA Negeri 3 Denpasar yang menjadi favorit juri dalam news presenter. Gay porn www.gaypornhd.xxx watch online.
Karena tergiur dengan seleksi lomba tersebut, maka Aura pun memilih untuk tergabung dalam mini newspaper karena ia tipe penyuka berbicara daripada menulis, "Dari saya sendiri, sebenarnya tidak ada persiapan yang khusus. Saya hanya melakukan take video news presenter semaksimal mungkin dan tidak lupa saya juga selalu berdoa kepada tuhan agar lomba kali ini dilancarkan," tambah Aura. (cd/krn)

