Hari ini telah tercatat tambahan sebanyak 18.671 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia. Sejalan dengan kasus penambahan pasien positif, pasien sembuh dan meninggal dunia juga kian meningkat. Lalu, bagaiamakah kabar selengkapnya?
Berdasarkan pantauan data Covid-19 oleh Tim Madyapadma-online pada Rabu (25/8) pukul 13.00 WITA di Indonesia, terdapat tambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 18.671 dengan total ada 4.026.837 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19, 1.041 orang meninggal dunia dengan total 129.293 orang, dan 33.703 orang pasien dinyatakan sembuh dengan total 3.639.867. Selain itu, tingkat fatalitas di Indonesia naik 0,011%.
Di Bali, data menunjukkan adanya penambahan sebanyak 746 orang pada kasus pasien positif Covid-19, 838 orang pasien dinyatakan pulih, dan 45 orang meninggal dunia dengan rincian seorang pasien dari Jembrana, empat orang pasien dari Tabanan, empat orang pasien dari Badung, delapan orang pasien dari Denpasar, tujuh orang pasien dari Gianyar, dua orang pasien dari Bangli, tiga orang pasien dari Klungkung, tujuh orang pasien dari Karangasem, dan sembilan orang pasien dari Buleleng. Berdasarkan data tersebut, persentase tingkat fatalitas di Bali hari ini naik 0,021% dan transmisi lokal bertambah 603 orang yang berarti turun 0,04%.
Di Denpasar, tercatat ada tambahan sebanyak 187 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19, 255 pasien dinyatakan sembuh, dan 8 orang pasien tutup usia. Adapun tingkat fatalitas di Denpasar kini naik 0,011% sedangkan transmisi lokal di Denpasar bertambah 125 orang orang atau turun 0,08%. Data lebih lengkap dapat dilihat pada infografik. (Tim Madyapadma)
Pantauan ekonomi oleh tim Madyapadma pada Rabu (25/8) di Denpasar. Pukul 11.46 WITA di Jl. Siulan, Penatih Dangin Puri. Terpantau sebagian besar toko-toko di Jalan Siulan sudah mulai menerima pelanggan, tapi tetap dalam jumlah yang tidak seperti biasanya. Hal ini disebabkan karena program PPKM yang masih berjalan, mengingat masih diperpanjangnya program PPKM oleh pemerintah sampai tanggal 30 Agustus dengan penurunan level PPKM ke level 3 demi mencegah penambahan kasus COVID-19. Dengan itu, PPKM yang berlaku kini diberikan kelonggaran dalam penerapannya, yakni pasar sembako diperbolehkan buka dengan biasa dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimum 50 persen sampai pukul 15.00, sementara pedagang kaki lima, outlet voucher, pangkas rambut, laundry, dan yang lain sejenis diizinkan buka dengan prokes ketat sampai pukul 21.00. Hal itu tetap memberi dampak pada kondisi ekonomi di Jalan Siulan. Tentu toko-toko di Jalan Siulan beroperasi dengan tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan yang ketat, demi mencegah penyebaran COVID-19. Seperti halnya menyediakan tempat cuci tangan serta membatasi jumlah pelanggan yang berbelanja bersamaan. Di lain tempat, yakni di Jalan Pucuk 1, Kesiman Kertalangu kondisi di sekitar tampak agak sepi. Warung dan toko buka seperti biasa namun cukup sepi pembeli. Masyarakat sekitar tetap menerapkan protokol kesehatan. (Tim Madyapadma)

