Hari ini telah tercatat tambahan sebanyak 15.768 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia. Sejalan dengan kasus penambahan pasien positif, pasien sembuh dan meninggal dunia juga kian bertambah. Lalu, bagaiamakah kabar selengkapnya?
Berdasarkan pantauan data Covid-19 oleh Tim Madyapadma-online pada Rabu (18/8) pukul 13.00 WITA di Indonesia, terdapat tambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 15.768 dengan total ada 3.908.247 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19, 1.128 orang meninggal dunia dengan total 121.141 orang, dan 29.794 orang pasien dinyatakan sembuh dengan total 3.443.903. Selain itu, tingkat fatalitas di Indonesia naik 0,016%.
Di Bali, data menunjukkan adanya penambahan sebanyak 734 orang pada kasus pasien positif Covid-19, 1.154 orang pasien dinyatakan pulih, dan 66 orang meninggal dunia dengan rincian empat orang dari Jembrana, 10 orang dari Tabanan, 14 orang dari Badung, 21 orang dari Denpasar, lima orang dari Gianyar, dua orang dari Bangli, seorang dari Klungkung, empat orang dari Karangasem, dan lima orang Buleleng. Berdasarkan data tersebut, persentase tingkat fatalitas di Bali hari ini naik 0,045% dan transmisi lokal bertambah 563 orang yang berarti turun 0,08%.
Di Denpasar, tercatat ada tambahan sebanyak 176 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19, 682 pasien dinyatakan sembuh, dan 21 orang pasien tutup usia. Adapun tingkat fatalitas di Denpasar kini naik 0,053% sedangkan transmisi lokal di Denpasar bertambah 99 orang orang atau turun turun 0,14%. Data lebih lengkap dapat dilihat pada infografik.
Pantauan ekonomi oleh tim Madyapadma pada Selasa (18/08) di Denpasar. Pukul 12.13 WITA di Jl. Siulan, Penatih Dangin Puri. Terpantau sebagian besar toko-toko di Jalan Siulan sudah mulai menerima pelanggan, tapi tetap dalam jumlah yang tidak seperti biasanya. Hal ini disebabkan karena program PPKM yang masih berjalan, mengingat masih diperpanjangnya program PPKM oleh pemerintah sampai tanggal 23 Agustus, demi mencegah penambahan kasus COVID-19. Dengan itu, PPKM yang berlaku kini diberikan kelonggaran dalam penerapannya, yakni: pasar sembako diperbolehkan buka dengan biasa dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimum 50 persen hingga pukul 15.00, sementara pedagang kaki lima, outlet voucher, pangkas rambut, laundry, dan yang lain sejenis diizinkan buka dengan prokes ketat hingga pukul 21.00. Hal itu tetap memberi dampak pada kondisi ekonomi di Jalan Siulan. Tentu toko-toko di Jalan Siulan beroperasi dengan tetap menerapkan protokol-protokol kesehatan yang ketat, demi mencegah penyebaran COVID-19. Seperti halnya menyediakan tempat cuci tangan serta membatasi jumlah pelanggan yang berbelanja bersamaan.

