Oleh: Kanaka Sarahswati
Belakangan ini perkembangan virus Corona di Indonesia sedang alami pelonjakan yang lumayan pesat. Terlepas dari itu, program vaksinasi Covid 19 juga sedang dijalankan pada pertengahan Juli ini. Banyak masyarakat yang sudah mendapatkan pelayanan vaksin dari pemerintah maupun pihak swasta. Namun, masih banyak juga masyarakat yang belum vaksin dengan bermacam alasan. Masih juga ada warga yang meragukan keamanan maupun keefektifan vaksin Covid 19 ini.
Beberapa masyarakat masih ragu dengan vaksin Covid 19 dan tidak mau divaksin. Apa alasannya? Ada yang takut setelah mendengar berita orang yang meninggal atau sakit setelah vaksin. Selain itu, ada yang beralasan vaksin ini tak efektif dan malah merugikan dirinya. Padahal pemerintah sendiri melakukan program vaksinasi dari serangan coronavirus ini demi meredakan kasus Covid 19 yang kian melambung di Indonesia dan mobilitas masyarakat bisa kembali berjalan lancar. Namun, jika masyarakat kurang bisa mendukung program ini akan sulit mewujudkan tujuan tersebut.
Oleh karena hal itu, sangat penting diberikannya edukasi mengenai vaksin Covid 19 kepada masyarakat agar orang yang masih ragu dengan vaksin ini tudak salah paham. Kebanyakan orang meragukan vaksin ini dan tidak mau divaksin karena mendengar berita kurang baik tentang vaksin ini. Maka dari itu, perlu adanya edukasi masyarakat yang menjelaskan cara kerja dan efek vaksinasi Covid 19 serta informasi lainnya yang perlu diketahui masyarakat.
Lantas bagaimana sebenarnya cara kerja dari Vaksin Covid 19 dan kenapa bisa ada orang yang sakit setelah divaksin? Menurut WHO vaksin Covid ini sama dengan vaksin lainnya. Kalian pasti sudah sering mendengar vaksin bahkan sebelum adanya Covid 19 ini. Kalian juga pasti sudah ada yang pernah divaksin sebelumnya. Sejatinya vaksin Covid ini sama dan cara kerjanya pun sama dengan vaksin lainnya. Vaksin membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan patogen seperti virus atau bakteri, yang kemudian membuat tubuh aman dari penyakit yang disebabkannya. Vaksin COVID-19 akan merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) yang bertahan cukup lama. Zat ini nantinya akan melawan antigen dari patogen (virus Corona) COVID-19 masuk ke dalam tubuh. Bila antigen penyakit COVID-19 menyerang kembali, maka akan muncul reaksi imunitas yang kuat dari tubuh. Tujuannya untuk menghancurkan antigen tersebut.
Perlu diingat bahwa vaksin bertugas untuk membangun kekebalan tubuh, maka tidak membuat kita mustahil terdeteksi positif Covid 19. Mengapa demikian? Karena vaksin ini membantu membuat antigen untuk mengenali patogen atau virus dan membantu melawan virus tersebut.
Lalu bagaimana dengan orang yang sakit atau bahkan meninggal setelah vaksin? Seperti yang kita ketahui vaksin ini merupakan bahan kimia yang membangun kekebalan tubuh. Maka hal biasa jika setelah vaksin kalian merasa sedikit sakit. Namun, jika merasa lemah, mual, merasakan gejala flu, atau gejala alergi, itu artinya ada zat dalam vaksin yang tidak cocok di tubuh kalian. Hal ini diakibatkan oleh reaksi alergi terhadap suatu zat. Hal tersebut tergantung pada ditubuh masing-masing. Itulah alasan sebelum divaksin kita diminta mengisi formulir atau ditanyakan tentang alergi terhadap obat atau zat kimia tertentu ataupun penyakit bawaan. Intinya adalah vaksin Covid 19 ini sejatinya tak jauh berbeda dengan vaksin lainnya seperti vaksin campak, dan vaksin lainnya.

