Covid-19 tak henti manguji masyrakat dewata. Hal ini dapat dilihat dari penambahan kasus posirif Covid-19 di Bali. Penambahan yang melonjak ini hendaknya dapat meningkatkan kewaspadaan. Lalu bagaimana perkembangan data COVID-19 lainnya?
Kian hari kondisi kesehatan masyarakat makin bikin meringis. Satu per satu masyarakat perlahan terdiagnosa mengidap COVID-19. Hal tersebut sesuai dengan hasil pemantauan data tim Madyapadma online pada Rabu (17/02) pukul 13.00 WITA. Berita yang cukup membuat Bali geram, pasalnya hari ini terdapat penambahan 374 pasien positif COVID-19. Alhasil hingga saat ini, terhitung 31.348 orang di Bali yang menjadi pasien COVID-19. Masyarakat pun kini harus kembali menahan duka sebanyak 12 pasien meninggal dunia akibat COVID-19 di Bali.Walau pun begitu,transmisi lokal telah bertambah 346 orang dan kini menginjak angka 29.746 orang. Persentasenya trasmisi local menunjukan penurunan sebesar 0,03% menjadi 64,33%. Kendati begitu, setidaknya hari ini 235 pasien dinyatakan pulih. Catatan kesembuhan pun totalnya menjadi 27.657 orang.
Sementara, hari ini Kota Denpasar menyumbangkan 137 pasien positif baru untuk Bali, sehingga total ada 9.501 pasien. Dimana 134 diantara penambahan kasus saat ini terjangkit akibat transmisi lokal. Berbeda dengan Bali, persentase transmisi lokal di Denpasar meningkat 0,05% menjadi 94,48% dengan total kasus transmisi lokal yakni 134. Catatan Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah sebanyak 123 orang dari total 11.345 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) hari ini tak mengalami perubahan, sehingga total masih 438 orang. Berbanding terbalik dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang hari ini jumlahnya melonjak sebanyaj sembilan pasien menjadi 845 pasien. Kabar lainnya, total pasien yang telah terbebas dari COVID-19 di Denpasar sebanyak 8.385 orang ini di dapat dari tambahan sebanyak 101 pasien sembuh. Dengan begitu, tingkat fatalitas di Denpasar menyusut 0,0017% menjadi 1, 873%. Data selengkapnya lihat tabel.
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online pada Rabu (17/02) di Denpasar, didapat bahwa warung-warung Jl. Akasia buka seperi biasa namun Nampak sepi pembeli. Keadaan ekonomi di Jl. Tukad Yeh Aya, Jl. Pucuk dan Jl. Gatot Subroto terpantau lancar dengan jumlah pembeli yang relative banyak. Warung dan toko di sekitaran Jl. Sedap Malam dan Jl. Kemang Matahari terpantau buka sepeti biasa dan banyak pengunjung yang datang. Masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah sepeti berbelanja sudah mematuhi prorokol kesehatan yang ada sepeti menjaga jarak dan memakai masker.(Tim Madyapadma).

