Kabar duka kembali melanda Bali lagi, kini dikabarkan sebanyak lima orang meninggal dunia akibat Covid-19. Lantas bagaimanakah perkembangan COVID-19 lainnya?
Sesuai pemantuan dari tim Madyapadma online pada Sabtu (02/01) pukul 13.00 WITA dinyatakan bahwa pasien positif di Bali bertambah sebanyak 165 orang dengan total 18.012 orang. Sedangkan pada daerah Denpasar sendiri menyumbangkan 41 pasien positif, sehingga totalnya menjadi 4.817 orang. Grafik persentase transmisi lokal di Bali mengalami penurunan sehingga menjadi 97,04% dengan jumlah transmisi lokal sebanyak 17.479 dengan tambahan 156 orang. Pada daerah Denpasar presentase transmisi lokal megalami penurunan 0,08% orang yang berjumlah 4.689 dengan tambahan 36 orang. Hal ini menyebabkan tidak terdapat penambahan orang ODP sehingga totalnya menjadi 438 orang sedangkan terdapat penambahan 28 orang pada pasien OTG sehingga total 9.326 orang.
Tingkat kematian di Denpasar terdapat penambahan satu orang dengan total 108 orang. Sedangkan di Bali terdapat penambahan sebanyak lima orang yang dimana dua orang dari daerah Gianyar, dua orang dari Buleleng, satu orang dari Tabanan, dan satu lagi orang dari Denpasar sehingga jumlahnya menjadi 530 orang. Melihat data kemarin yang dimana hanya terdapat penambahan satu orang, hari ini penambahan pasien meninggal di Bali melonjak sangat tinggi. Alhasil karena itu, tingkat fatalitas di Bali mengalami peningkatan sebesar 0,001% sehingga menjadi 2,973%. Begitu juga terjadi di Denpasar, tingkat fatalitasnya meningkat sebesar 0,002% dan totalnya pun menjadi 2,242%. Kembali terdengarnya kabar baik dari penambahan pasien sembuh di Bali dan di Denpasar. Untuk di Bali terekam terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 128 orang dengan total 16.361 orang. Sedangkan di Kota Denpasar terdapat 4.416 pasien sembuh, yang mana petugas COVID-19 menyembuhkan 25 orang.
Berdasarkan hasil pemantauan tim Madyapadma online pada (02/01) roda perekonomian di Denpasar telah berjalan dengan lancar. Pada hari ini kegiatan ekonomi yang tampak di sepanjang Jl. Patih Nambi tampak terpantau seperti biasa dengan perekonomian masyarakat sekitar daerah ini tidak ada perubahan yang signifikan dengan tak ramai dan tak sepi pembeli. Sedangkan kondisi di Jl. Kenyeri kondisi terpantau baik, pedagang dan pembeli juga diwajibkan menggunakan masker. Selain itu, pada Jl. Turi, Jl. Tukad Musi, dan Jl. Abian Kapas Kaja kegiatan jual beli yang terjadi baru-baru ini sama seperti sebelum-sebelumnya, orang-orang lebih banyak membutuhkan sembako dilihat dari banyaknya orang yang membeli sembako. Berbeda dengan disekitaran Jl. Gandapura, Jl. Noja Dukuh, Jl. Kejanti, Jl. Tulip, dan Jl. Kembang Matahari perekonomian terpantau lancar dengan beberapa toko yang buka dan dipadati kendaraan yang melintas.

