Akhir tahun 2020, kasus COVID-19 di Indonesia selalu memberi kejutan-kejutan yang menegerikan. Beberapa kali rekor sudah terpecahkan. Hari ini pun, grafiknya melambung lagi. Capai sekitar 6.000 lebih kasus dalam sehari sekaligus. Bagaimanakah data COVID-19 selengkapnya?
Tim Madyapadma online pada Kamis (10/12) pukul 13.00 WITA melakukan pemantauan perkembangan COVID-19. Pasien positif COVID-19 di dunia terus bertambah hingga 69.369.386 orang, diikuti dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 1.578.356 orang. Di sisi lain tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di dunia bertambah menjadi 48.140.168 orang. Namun sayangnya tingkat fatalitas perkembangan COVID-19 di dunia menurun sebanyak 0,004% dengan keseluruhan 2,275%.
Hal ini juga terjadi pada tingkat fatalitas COVID-19 di Indonesia yang menurun sejumlah 0,003% dan totalnya menjadi 3,061% jika dibandingkan dengan tingkat fatalitas dunia yaitu 2,275%. Terdapat 6.003 orang positif COVID-19 dengan keseluruhan 598.933 orang. Tingkat kesembuhan di Indonesia juga meningkat sebanyak 491.975 orang dengan tambahan 4.530 orang. Tak seperti data yang lainnya, jumlah pasien meninggal COVID-19 bertambah sebanyak 165 orang dengan total keseluruhan sejumlah 18.336 jiwa.
Dikabarkan terjadi penambahan dari pasien positif COVID-19 di Bali sebanyak 112 orang, sehingga total pasiennya mencapai 15.331. Di lain sisi korban meninggal di Bali bertambah empat orang dari Kabupaten Tabanan sebanyak dua orang, dan seseorang dari Kabupaten Buleleng serta Kota Denpasar sehingga total korban meninggal mencapai 460 korban. Maka, total angka kematian di Kota Denpasar pun bertambah sebanyak 92 nyawa. di Kota Denpasar sendiri terdapat penambahan sebanyak 29 orang positive COVID-19 dengan total 4.129 pasien. Selain itu, transmisi lokal di Denpasar terdapat 4.056 dengan tambahan 27 orang, serta 14.920 dengan tambahan 110 orang untuk transmisi lokal Bali.
Terus meningkatkan upaya perawatan, diperoleh 13.900 orang dinyatakan sembuh dengan penambahan 99 orang untuk di Bali, serta di Kota Denpasar bertambah sebanyak 21 orang dengan keseluruhan 3.810 orang. Data tersebut membuat Bali dapat meningkatkan tingkat fatalitasnya menjadi 3,000% dengan kenaikan sejumlah 0,004%. Sedangkan di Kota Denpasar juga meningkat sejumlah 0,009% dengan total 2,228%.
Berdasarkan pantauan tim Madyapadma online pada Kamis (10/12), terlihat kondisi ekonomi di beberapa daerah di Kota Denpasar telah kembali normal. Namun, beberapa daerah juga nampak sepi pengunjung bahkan ada yang tidak membuka gerainya sama sekali seperti yang terlihat di Jl.Gandapura Gang III No.11 dan Jl. Pacar,. Sedangkan pada daerah Jl. Kecubung dan Jl. Wr Supratman No.200 dilaporkan aktivitas warganya terlihat seperti biasanya, keluar sesuai kebutuhan mereka dan tidak terlalu nampak keramaian. Sementara itu, kondisi di Jl. SMA 3, Jl. Narakusuma, dan Jl. Pakisaji aktivitas ekonomi nampak berjalan dengan baik. Dan beberapa warga tampak menggunakan masker serta disediakan juga tempat mencuci tangan dan hand sanitizer di depannya.

