Sembilan bulan berlalu, tapi Indonesia masih saja catatkan ribuan kasus baru Covid-19. Angka kematian di Indonesia pun kini jadi sorotan karena sudah mencapai 17.589 pasien. Lantas bagaimanakah perkembangan COVID-19 lainnya?
Sabtu (05/12) pukul 13.00 WITA terpantau bahwa terdapat penambahan pasien positif di Indonesia sebanyak 6.027 orang dengan total 569.707 orang. Berbeda dengan daerah Indonesia, Bali dikabarkan menyumbangkan 91 pasien positif, sehingga totalnya menjadi 14.782 orang. Grafik persentase transmisi lokal di Bali tidak mengalami perubahan sehingga totalnya menjadi sebesar 14.357 dengan tambahan 89 orang. Tingkat kematian yang terjadi di Indonesia tidak terdapat penambahan 110 orang sehingga menjadi total 17.589 orang, lain halnya dengan sebelumnya, kematian yang terjadi di Bali jumlahnya juga mengalami penurunan sebanyak 1 orang pasien yang berasal dari daerah jembrana sehingga total kasus kematian yang terjadi di Bali sebanyak 447 orang.
Alhasil tingkat fatalitas Bali mengalami penurunan menjadi 0,012% sehingga menjadi 3,023%. Begitu juga terjadi di dunia. Secara global tingkat fatalitas di dunia mengalami penurunan sebanyak 0,005% menjadi 2,301%. Sedangkan di Indonesia, tingkat fatalitasnya mengalami penurunan sebanyak 0,013% menjadi 3,087%. Sehingga, jika dibandingkan antara tingkat fatalitas dunia dan Indonesia. Kondisi Indonesia jauh lebih mencemaskan.
Namun kabar baik pun juga terdengar dari penambahan pasien sembuh di Indonesia dan di Bali. Untuk di Bali terekam terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 135 orang dengan total 13.177 orang. Sedangkan di Indonesia terdapat 470.449 pasien sembuh, yang mana petugas COVID-19 berhasil menyembuhkan 4.271 orang.
Berdasarkan hasil pemantauan tim Madyapadma online pada (05/12) roda perekonomian di Denpasar sudah kembali berjalan dengan normal. Pada hari ini kegiatan ekonomi yang tampak di sepanjang Jl. Kembang Matahari tampak terpantau lancar seperti pick up milik pedagang yang digunakan untuk berjualan terparkir di sepanjang jalan. Sedangkan kondisi di Jl. Pakis Aji terpantau meningkat dari sebelumna dilihat dari banyaknya orang yang lebih sering membeli sembako. Berbeda halnya dengan Jl. Noja dan Jl.Abian Kapas Kaja sudah kembali normal seperti biasanya tidak ada perubahan yang signifikan walaupun beberapa warung sudah mulai buka tetapi masih sedikit pegunjung yang datang tetap dengan protokol kesehatan.

