Setelah sekian lama tak lagi mencetak kasus positif Covid-19 di atas angka 100. Kini alarm waspada Bali baru berbunyi dan terdengar jelas kembali. Bagaimanakah data perkembangan Covid-19 selengkapnya?
Berdasarkan hasil penelusuran data oleh tim Madyapadma online pukul 13.00 WITA, Minggu (22/11) didapatkan bahwa kasus positif di Bali semakin meningkat sebanyak 13.264 orang dengan penambahan 103 orang. Sedangkan untuk wilayah Denpasar sendiri menyumbangkan 17 pasien positif, sehingga totalnya 3.660 orang. Satu orang pasien Covid-19 kembali diinformasikan meninggal dunia, berasal dari Buleleng hingga total saat ini jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 412 orang. Tingkat fatalitas penularan Covid-19 di Bali sendiri ternyata mengalami peningkatan sebanyak 0,017% dan saat ini mencapai 3,106%. Sementara itu total transmisi lokal yang tercatat sejauh ini telah menyentuh angka 12.858 orang dengan tambahan 98 orang. Kabar buruk pun terus berlanjut dengan menurunnya jumlah pasien sembuh di Bali sebanyak 61 orang hingga total 12.092 pasien.
Tingkat fatalitas penularan Covid-19 di Denpasar terekam mengalami penurunan dan saat ini totalnya adalah 2,240%. Adapun total pasien positif Covid-19 yang tertular melalui transmisi lokal di Denpasar yakni sebanyak 3.591 orang dengan tambahan sebanyak 17 orang. Sementara itu, hingga saat ini jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Bali mencapai 7.945 orang dengan 85 orang tambahan, 438 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan mengalami penurunan sebanyak 1 orang hingga total 313 orang.
Berdasarkan pemantauan aktivitas ekonomi di Denpasar yang dilakukan oleh tim Madyapadma Online, pada Minggu (22/11), hasilnya tampak aktivitas ekonomi di Denpasar telah berjalan normal. Jl.Renon, Jl. Lembu Sora, Jl. Tulip, Jl. Akasia dan Jl. Noja aktivitas ekonomi antara pembeli dan pedagang telah berjalan dengan baik serta ramai lancar. Tampak semua masyarakat sudah mematuhi aturan pemerintah yaitu penggunaan masker saat berpergian . Jl. Kembang Matahari terlihat lenggang saat siang hari dan akan kembali ramai menjelang sore hari. Karena letaknya yang dekat dengan Pasar Ketapian, toko-toko di sekitarnya menjadi salah satu tempat alternatif bagi masyarakat yang ingin belanja kebutuhan sehari-hari.(ek)

