Sabtu (31/10), kembali terdengar kabar gembira terkait peningkatan pasien sembuh Covid-19 yang melampaui peningkatan kasus pasien positif Covid-19. Pemerintah pun tak kunjung usai untuk terus menghimbau masyarakatnya untuk mematuhi protokol yang dapat mengurangi virus SARS-CoV-2. Namun bagaimanakah perkembangan COVID-19 lainnya?
Sesuai pemantuan dari Tim Madyapadma online pukul 13.00 WITA didapatkan data yang menunjukkan bahwa, peningkatan pasien positif di Bali bertambah 52 orang menjadi total 11.765 orang. Pada hari ini terdengar penambahan 2 orang di wilayah Klungkung dan Gianyar menghembuskan napas terakhirnya. Sedangkan pada daerah Denpasar menyumbangkan 11 pasien positif, sehingga totalnya 3.246 orang akibat transmisi lokal. Oleh karena itu, persentase transmisi lokal di Bali kembali meningkat sebesar 0,02% menjadi 96,62% lain halnya dengan presentase transmisi lokal di Denpasar meningkat 0,01% menjadi 97,94%.
Di sisi lain, catatan kematian di Denpasar bertambah sebanyak 76 orang, sedangkan di Bali jumlahnya juga 388 orang. Alhasil tingkat fatalitas Bali meningkat menjadi 0.003% sehingga menjadi 3,298%. Begitu juga terjadi di Denpasar, tingkat fatalitasnya menurun 0,008% menjadi 2,341%. Adapun kabar baik dari penambahan pasien sembuh di Bali dan di Denpasar. Untuk di Bali tercatat terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 63 orang dengan total 10.624 orang. Sedangkan di Kota Denpasar terdapat 2.993 pasien sembuh, yang mana petugas COVID-19 menyembuhkan 12 orang.
Berdasarkan hasil pemantauan tim Madyapadma online pada (31/10) roda perekonomian di Denpasar telah kembali berjalan dengan normal. Pada hari ini perekonomian di beberapa jalan raya seperti yang terlihat di Jl. Kejanti keadaan sudah kembali normal dengan warung yang sudah mulai buka dan tak luput untuk memakai masker. Berbeda dengan Jl. Kejanti, keadaan Jl.Pucuk 1 terbilang sepi karena beberapa toko tutup akibat sepi pengunjung dan upacara agama. Selain itu, pada Jl. Gandapura, Jl. Noja, serta Jl. Patih Nambi kondisi ekonomi nampak tidak terlalu ramai dengan beberapa toko yang buka walaupun pengunjung tidak ramai seperti biasanya. Keadaan ekonomi pada Jl. Kembang Matahari terbilang normal dengan didominasi oleh penjual alat atau keperluan upacara walaupun sepi dari pembeli karena keadaan purnama seperti sekarang ini.

