Rabu (14/10) perang Covid-19 semakin marak terjadi di dunia termasuk Indonesia. Semakin hari peningkatan positif di Indonesia semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Bahkan, penambahan jumlah kematian di Bali meningkat. Memakan tujuh korban dalam sehari. Lantas bagaimanakah data perkembangan Covid-19 selengkapnya?
Menurut hasil pemantauan tim Madyapadma online, terkait perkembangan Covid-19, catatan kematian di Indonesia semakin meningkat dan telah menembus angka 12.156 orang. Sedangkan di Bali, hari ini tujuh orang pasien yang merupakan warga Denpasar, Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, dan Buleleng menghembuskan napas terakhirnya. Oleh sebab itu, pasien positif di Bali seluruhnya tercatat sebanyak 10.414 orang, ada tambahan 109 orang karena kasus transmisi lokal. Dengan begitu, persentase transmisi lokal di Bali naik 0,04% menjadi 96,22% dengan total 10.017 kasus. Setelah ditelusuri, pasien positif dengan total 344.749 orang, dimana terdapat penambahan sebesar 4.127 orang yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia kembali meningkat dari sebelumnya.
Kendati demikian, kabar gembira juga datang dari Indonesia serta Bali yang menunjukkan total pasien pulih mengalami peningkatan. Pasien sembuh di Bali hingga kini telah tercatat sebanyak 9.116 orang dengan penambahan 141 orang pada hari ini. Indonesia sendiri mencatat peningkatan 4.555 pasien sembuh hari ini menjadi 267.851 orang. Selain itu, tingkat fatalitas di Indonesia menunjukkan penurunan sebesar 0,005% menjadi 3,526%. Sebagai pembanding tingkat fatalitas di Bali mengalami peningkatan sebesar 0,033%menjadi 3,264%. Hal ini yang membuat pemerintah semakin memperketat peraturan agar dapat dipatuhi oleh masyarakat.
Menurut pantauan Tim Madyapadma , kegiatan perekonomian pada hari Rabu (14/10) di beberapa daerah terlihat cuku lancar dan ada beberapa pembeli yang berkunjung. Contohnya di Jalan Drupadi, Jalan Cekomaria, Jalan WR Supratman dan Jalan Kecubung, Denpasar Timur. Hal serupa juga tampak di Jalan Dukuh meskipun ada satu warung yang masih belum beroperasi. Sementara itu, di Jalan Pucuk 1 terlihat beberapa warung menutup gerainya dan tidak beroperasi. Meskipun sudah banyak toko yang beroperasi dan menerima pelanggan, protokol kesehatan seperti masker telah digunakan. Pedagang juga sudah menyediakan tempat cuci tangan di depan kedainya.

