Selasa (4/8), Madyapadma Berbagi tahap dua berlangsung. Jam menunjukkan pukul 12.30 WITA, teriknya mentari terasa begitu menyengat. Kendati begitu, tujuh remaja tersebut seolah tak terganggu mereka tetap bergerak membawa tas-tas putih bertuliskan MP Berbagi.
Dari kejauhan terlihat remaja-remaja mengenakan kaos identitas khas SMAN 3 Denpasar berdiri berjejer. Saling bahu-membahu menurunkan tas putih berisikan sembako dari gedung Pradjna Paramitha. Meski tampak kesulitan, keluhan sama sekali tak terlontar dari bibir remaja-remaja tersebut. Acap kali kumpulan remaja tersebut bersenda gurau membuat suasana kian hangat. Sebanyak 42 paket sembako dibagikan kepada pegawai honorer di SMAN 3 Denpasar, orang dengan disabilitas, dan lansia di Art Centre Denpasar. Sudut bibir yang melengkung keatas terpancar di wajah para penerima bantuan, tanda terimakasih.
Semangat remaja yang berada di bawah naungan Madyapadma tersebut berkobar, tatkala mereka menyusuri Taman Werdhi Budaya. “Kasihan, gak tega aja ngeliatnya. Sudah tua masih nyari daun untuk buat porosan,” ungkap Ni Made Nami Krisnayanti (17) ketika melihat seorang wanita paruh baya. Sontak saja raut wajah kaget terlihat jelas di paras wanita paruh baya itu. Wanita paruh baya tersebut tak lupa bersyukur sebab dirinya sudah tidak memiliki pendapatan tetap sejak lama. “Saya sudah nggak kerja. Cuma terkadang saya mencari daun untuk bahan membuat porosan,” aku Nyoman Suwerni. Terjangan badai pandemi ini pun tak ayal membuat keluarga Suwerni dirundung kesulitan dalam berbagai hal.
Drs. Ida Bagus Sudirga, M.Pd.H. selaku kepala sekolah SMAN 3 Denpasar, sangat mengapresiasi kegiatan dari Madyapadma Journalistic Park. “Walaupun kalian belum bisa menghasilkan uang, tetapi kalian sudah melakukan sesuatu yang luar biasa. Niat kalian sudah ada,” ungkap Sudirga mengapresiasi langkah yang diambil Madyapadma. Tak lupa Sudirga pun berpesan kepada pegawai honorer yang menerima bantuan. “Untuk guru – guru dan pegawai yang diberikan bantuan, syukuri apa yang telah diberikan. Jangan lihat jumlah barangnya dan besar barangnya, tetapi keinginannya untuk berbagi,” ujar Sudirga. Pada tahap dua, donasi yang disalurkan terhitung sebanyak 3.166.500. Sehingga total donasi yang telah disalurkan di tahap satu dan tahap dua berjumlah 5.421.000. Dengan begitu sisa donasi yang masih tersimpan tercatat sebanyak 9.074.000 (dyt/dis).

