Kabar duka tak henti menyerang Bali. Setelah tiga hari berturut - turut diserang kabar duka, kini Sabtu (18/07) Bali harus kembali tegar dalam menghadapi kabar duka lainnya. Sebanyak satu orang pasien COVID-19 kembali menjadi korban keganasan virus ini. Lantas bagaimana dengan data COVID-19 lainnya?
Korban hitam COVID-19 di Bali lagi-lagi bertambah. Sesuai hasil pemantauan tim Madyapadma online pada Sabtu (18/7) pukul menunjukkan bahwa total pasien meninggal di Bali sebanyak 37 orang. Hari ini, terkonfirmasi seorang pasien asal Karangasem menghembuskan napas terakhirnya. Belum lagi pasien positif di pulau Dewata telah menginjak angka 2.691 orang (ada tambahan 71 orang). Daftar pasien yang terjangkit karena transmisi lokal pun terus bertambah mencapai angka 2.308 orang dengan penambahan 68 orang pada hari ini. Persentase tranmisi lokal di Bali pun meningkat 0,27% menjadi 85,80%. Walaupun begitu, setidaknya 66 orang di Bali dinyatakan pulih hari ini (total 1.873).
Jumlah pasien yang terbebas dari COVID-19 di Denpasar pun bertambah sebanyak 31 orang menjadi 690 orang. Catatan kematian di Denpasar pun jumlahnya menetap di angka 12 orang. Kendati begitu masyarakat hendaknya tetap waspada sebab hari ini 25 orang terdiagnosa mengidap COVID-19 karena transmisi lokal. Dengan begitu, secara keseluruhan terdapat 1.026 pasien positif dan 961 diantaranya terinfeksi akibat perjalanan dalam daerah. Selaras dengan hal tersebut, persentase transmisi lokal di Bali kembali bertambah 0,15% menjadi 93,66%.
Sementara itu, tingkat fatalitas di Kota Denpasar menyusut 0,03% menjadi 1,17%. Sebagai pembanding tingkat fatalitas di Bali 1,38% (naik 0,01%). Di Denpasar, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah sebanyak 45 orang dengan total 2.954 orang. Berbeda dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tetap berjumlah 132 orang. Catatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun jumlahnya tak mengalami penambahan, menetap di angka 339 orang.
Pantauan tim Madyapadma pada Sabtu (18/07), beberapa ruas jalan terpantau kembali ramai oleh kendaraan. Seperti yang terlihat di Jl. Raya Sesetan, Jl. By Pass Ngurah Rai, Jl. Diponegoro, Jl. Hasanudin, dan Jl. Patimura. Kendati begitu, para pengendara terlihat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker ketika bepergian. Sementara itu di Jl. Wijaya Kusuma dan Jl. Trijata terlihat tidak terlalu banyak kendaraan yang melintas. Hal yang berbeda terlihat di Jl. Gandapura, Jl. Patih Nambi, dan Jl. Noja terlihat sepi dari pengendara yang melintas (Tim Madyapadma).

