Bali kembali diterpa kabar duka, pada Jumat (17/07) Bali kembali mendapat tambahan kasus kematian sebanyak tiga orang. Bahkan, tingkat fatalitas di Bali telah menginjak angka 1,37% menyalip fatalitas di Kota Denpasar. Lalu bagaimana dengan perkembangan COVID-19 lainnya?
Hasil pantauan data perkembangan COVID-19 oleh tim Madyapadma online pada Jumat (17/7) pukul 13.00, tingkat fatalitas di Bali telah melampaui tingkat fatalitas di Kota Denpasar. Hari ini, tingkat fatalitas di Bali melonjak 0,07% menjadi 1,37%. Sebagai pembanding tingkat fatalitas di Denpasar menyusut 0,02% dari total persentase 1,20%. Meroketnya tingkat fatalitas di Bali, disebabkan karena virus Sars-CoV-2 kian ganas merenggut nyawa pasien-pasien. Hari ini saja terdapat penambahan 3 (tiga) pasien yang meninggal dunia. Usut punya usut catatan kematian hari ini berasal dari Badung, Gianyar juga Karangasem. Dengan begitu, total kasus kematian di Bali menjadi 36 orang.
Pasien positif di Bali juga terus menunjukkan peningkatan sebanyak 86 pasien, total 2.620. Terkonfirmasi seluruh penambahan pasien tersebut terinfeksi akibat perjalanan dalam daerah. Persentase tranmisi lokal di pulau dewata pun naik 0,53% menjadi 85,53% dengan keseluruhan 2.240 kasus transmisi lokal. Kabar baiknya, jumlah pasien pulih hari ini melebihi penambahan pasien positif COVID-19. 1.807 pasien di Bali telah terbebas dari jeratan COVID-19 (ada tambahan 88 orang).
Sementara, kasus kematian di Kota Denpasar tetap berjumlah 12 orang. Beruntungnya lagi, 40 pasien dinyatakan sembuh pada hari ini. Itu berarti terdapat total 659 pasien pulih di Denpasar. Kendati begitu, jumlah pasien yang terjangkit virus Sars-CoV-2 telah menginjak angka 1.001, dengan penambahan 21 pasien yang berasal dari kasus transmisi lokal. Secara keseluruhan, terdapat 936 kasus transmisi lokal. Selaras dengan hal tersebut, persentase transmisi lokal Denpasar pun meningkat 0,14% dengan total 93,51%. Di sisi lain, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bertambah sebanyak 126 orang, total 2.909 orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pun meningkat seorang menjadi 132 orang. Catatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga turut mengalami penambahan sebanyak 4 (empat), menunjukkan angka 339 orang (Tim Madyapadma).

