Keganasan COVID-19 tak kunjung berhenti, Minggu (05/07) Bali kembali dihadapkan pada kabar duka. Dua orang pasien positif dikabarkan tak terselamatkan. Hal ini menambah panjang catatan Bali akibat keganasan COVID-19. Lantas bagaimana dengan data lainnya?
Pasien COVID-19 di Bali masih terus berjatuhan. Hasil pantauan tim Madyapadma online pukul 13.00 menunjukkan catatan kematian di Bali kembali bertambah sebanyak 2 (dua) orang. Hal tersebut membuat total kasus kematian di Bali menjadi 21 orang. Usut punya usut, seorang pasien yang meninggal dunia itu merupakan warga Tabanan. Sementara satunya lagi terkonfirmasi merupakan warga Denpasar. Dengan begitu telah terdapat 12 pasien positif COVID-19 di Kota Denpasar yang meninggal dunia. Alhasil, tingkat fatalitas di Denpasar pun naik 0,10% menjadi 1,72%. Sebagai Pembanding tingkat fatalitas di Bali 1,14% (naik 0,08%).
Jumlah pasien yang terjangkit COVID-19 pun terus bertambah. Hari ini Bali mencatat 52 tambahan pasien sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 1.850 orang. Kasus transmisi lokalnya pun turut bertambah menjadi 1.484 orang (ada tambahan 51 orang). Selaras dengan hal tersebut, persentase transmisi lokal di Bali pun meningkat 0,48% dari total 80,22%. Kabar baiknya, setidaknya hari ini terdapat 30 pasien yang dinyatakan pulih. Hal ini tentunya membuat total pasien sembuh di Bali berjumlah 967 orang.
Kondisi di Kota Denpasar pun tak jauh berbeda. Jumlah pasien yang terjangkit COVID-19 di Denpasar bertambah sebanyak 20 pasien. Terkonfirmasi semua penambahan pasien tersebut terpapar akibat transmisi lokal. Hingga saat ini, terdapat 678 pasien positif dan 633 diantaranya berasal dari kasus transmisi lokal. Sehingga, persentase tranmisi lokal Denpasar menunjukkan angka 90,69 % (naik 0,28%). Total pasien pulih di Denpasar tercatat ada 227 orang dengan penambahan 10 orang pada hari ini. Daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Denpasar hari ini tetap berjumlah 321 orang. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berkurang seorang menjadi 127 pasien. Lain halnya dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bertambah sebanyak 86 orang menjadi 1.942 orang.
Pemantauan yang dilakukan Tim Madyapadma pada Minggu (05/07), hiruk pikuk salah satu pasar di Kota Denpasar sore ini tak terlihat. Pasar Kreneng terlihat sepi dari pedagang dan pengunjung. Kendati begitu beberapa ruas jalan terlihat ramai oleh para pengendara. Seperti yang terlihat di Jl. Gatot Subroto Timur, Jl. W.R. Supratman, Jl. Kertanegara, Jl. Tohpati, dan Jl. Hayam Wuruk, seputaran ruas jalan dipenuhi oleh para pengendara, kendati begitu arus lalu lintas tetap lancar. Aktivitas warga pun telah kembali berjalan dengan normal, gerai - gerai yang sebelumnya tutup akibat pandemi, kini mulai kembali berjualn. Berbeda dengan Jl. Nusa Indah, Jl. Drupadi, Jl. Nangka, dan Jl. Sari Gading, hanya terlihat beberapa pengendara yang melintasi ruas jalan tersebut. Hal yang sama terpantau di Jl. By Pass Ngurah Rai, ruas jalan yang biasanya dipadati kendaraan, sore ini terpantau lenggang. Sementara itu di Jl. Sandat, Jl. Patih Nambi, dan Jl. Wijaya Kusuma sepi dari kendaraan yang melintas (Tim Madyapadma).

