Tak pandang bulu, virus Sars-Cov-2 juga menginfeksi anak-anak di Denpasar. Hingga (2/7) telah tercatat 18 kasus anak terjangkit COVID-19. Yang lebih disayangkan, 16 diantaranya terpapar dari orang tuanya sendiri.
Awalnya pada Selasa (12/5) seorang anak asal Desa Dangin Puri Kelod terdiagnosa mengidap COVID-19. Usut punya usut, bocah berusia tiga tahun tersebut ternyata terpapar oleh sang ayah. Rupanya kisah pada pertengahan Mei ini menjadi pembuka untaian kasus-kasus anak yang terjangkit COVID-19 akibat kontak dengan orang tuanya. Terbukti, baru saja lewat satu minggu tepatnya pada Rabu (20/5) kembali tercatat pasien positif berumur 10 tahun. Berasal dari Kesiman, setelah ditelurusi ternyata ibunya telah lebih dulu terkonfirmasi sebagai pasien positif COVID-19. Kemudian kakak beradik di Desa Sanur Kauh terjangkit COVID-19 ditularkan dari sang ibu. Kakaknya tersebut berumur 4 (empat) tahun, sementara adiknya merupakan balita usia 2 (dua) tahun.
Kasus berikutnya menyusul pada awal Juni tepatnya Jumat (5/6), seorang ibu yang juga berprofesi sebagai dokter umum di RSUP Sanglah, secara tak sadar menularkan virus SARS-CoV-2 kepada ketiga buah hatinya. Dokter asal Desa Sumerta itu menularkan kepada anaknya yang berusia 10 tahun serta dua orang anak berusia 4 (empat) tahun. Lantas, pada Selasa (16/6) kembali tercatat 4 (empat) anak sekaligus yang mengidap COVID-19 di Denpasar. Sama-sama berlokasi di Desa Tegal Kertha, kasus pertama menjangkiti dua orang anak berumur 5 (lima) dan 7 (tujuh) tahun yang tertular oleh neneknya yang berdagang di Pasar Kumbasari. Tak jauh berbeda, kasus lainnya tertular karena ibunya yang berdagang ikan di Pasar Kumbasari. Anak-anaknya itu berumur 7 (tujuh) tahun dan 10 tahun. Yang tak kalah mengejutkan, pada Kamis (18/6) di Kelurahan Padangsambian kembali tercatat seorang ibu yang menjual ikan di Pasar Kumbasari menjadi asal muasal terjangkitnya virus SARS-CoV-2 pada 5 (lima) anak-anaknya. Tiga anak sulungnya berusia 11 tahun, sisanya berusia 10 tahun dan si bungsu berusia 5 (lima) tahun.
Rangkaian kasus orang tua yang secara tak sadar menularkan penyakit COVID-19 kepada buah hatinya tentu membuat para orang tua semakin waswas. “Setiap keluar rumah rasa takut selalu muncul. Kalau terpapar COVID-19, maka harus diisolasi, terpisah dari keluarga. Hal yang sangat menyedihkan. Apalagi jika saya tidak sengaja menularkan ke keluarga di rumah,” aku Ni Nyoman Sriningsih (47). Selain untuk membeli kebutuhan pangan, Sriningsih masih bepergian ke bank untuk urusan kantornya. “Kalau di pasar saya selalu berhati-hati dalam berbelanja. Saya selalu berbelanja di pedagang yang sepi pembeli untuk menghindari dekat dengan banyak orang. Apabila mengharuskan berbelanja di keramaian saya selalu jaga jarak. Sedangkan kalau saya ke bank saya merasa lebih nyaman dan aman karena di setiap bank yang saya kunjungi sudah menerapkan prosedur/protokol kesehatan seperti mencuci tangan, cek suhu tubuh, memakai handsanitizer, dan jaga jarak,” tutur Sriningsih. Buah hatinya, Ayu Made Jyotistha Ratu Mahasatvika (14) pun merasa begitu khawatir tatkala ibunya tengah berada di luar rumah. “Tentu khawatir, karena di luar sana banyak orang apalagi virus corona ini cepat menyebar dan belum tentu semua orang sehat,” ungkap Jyotistha.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Rizqy Agung Fatahillah (17), remaja yang baru saja memasuki tahun akhir di Sekolah Menengah Atas itu juga mengaku merasa takut dan khawatir ketika melihat orang tuanya berada di luar rumah. "Tentu saya merasa khawatir, tetapi sebagai keluarga sudah sepatutnya saling mengingatkan agar selalu mengikuti protokol kesehatan," ungkap Rizqy. Ibunda Rizqy, Anak Agung Sri Wiartini (43) juga merasa sangat khawatir. "Saya Mengetahui jika beberapa anak di Denpasar terjangkit COVID-19, perasaan saya sangat khawatir," aku Sri Wiartini. Selain itu untuk Rizqy dan keluarga juga meningkatkan kewaspadaan di rumah. "Keluarga saya meningkatkan kewaspadaan dirumah dengan cara membentuk kebiasaan pola hidup sehat. Selain itu keluarga saya juga menetapkan peraturan baru, yaitu ketika ada yang baru datang dari luar dilarang untuk menyentuh barang di rumah sebelum mandi dan biasanya kami juga mencuci pakaian kami sendiri - sendiri," tutur Rizqy.
Sebagai ayah dari 2 (dua) orang putra, I Nyoman Erwin Pramartha (43), juga sangat prihatin melihat berita anak-anak yang terjangkit COVID-19 dari orang tuanya. "Sangat memprihatinkan, tapi apa boleh buat mereka (orang tua -red) harus menafkahi keluarga, jadi harus berada di luar rumah dan rentan terpapar virus," ungkap Erwin Pramartha. Untuk meminimalisir penyebaran virus Sars-Cov-2 pada anak di rumah, Erwin mengaku "Sebisa mungkin mandi dan berganti pakaian, atau paling tidak mencuci tangan yang bersih dengan sabun," aku Erwin. Putra pertama Erwin, Putu Denindra Prabandana (11) pun mengaku sangat khawatir saat kedua orang tuanya pergi keluar rumah untuk waktu yang lama. "Iya khawatir, karena takut terkena COVID dan takut orang dirumah juga tertular," tutur Denindra.
penulis: dyt/dis
reporter: Tim Madyapadma

