Kabar duka tak henti - hentinya menimpa Pulau Bali. Pada Rabu (01/07) virus Sars-COV-2 kembali merenggut satu pasien lainnya. Keadaan ini kembali membuktikan bahwa seharusnya virus mematikan ini tidak dianggap remeh oleh masyarakat. Lalu bagaimana dengan data COVID-19 lainnya?
Hasil pantauan tim Madyapadma online pukul 13.00 menunjukkan perkembangan COVID-19 belum kunjung surut. Ditambah lagi hari ini masyarakat Denpasar kembali diterpa kabar duka. Seorang pasien COVID-19 menghembuskan napas terakhirnya pada hari ini. Tercatat total 10 pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di Denpasar. Hal itu sekaligus menambah angka kematian di Bali menjadi 16 orang.
Pasien yang terdiagnosa mengidap COVID-19 pun masih terus bertambah. Bali mencatat 1.528 pasien terjangkit COVID-19 (ada tambahan 34 orang). Dimana, 31 diantaranya terinfeksi akibat transmisi lokal. Sehingga seluruhnya tercatat 1.170 kasus transmisi lokal. Persentase tranmisi lokal di pulau dewata kembali meningkat 0,28% menjadi 76,57%. Beruntungnya, jumlah kepulihan di Bali bertambah menjadi 860 orang (ada tambahan 62 orang).
Masyarakat Denpasar juga sepatutnya bersyukur sebab 23 pasien dinyatakan sembuh pada hari ini (total 228 orang). Kendati begitu, masyarakat harus tetap waspada sebab tercatat 16 pasien positif baru dan semuanya berasal dari kasus transmisi lokal. Dengan begitu, terdapat 555 warga Denpasar yang terpapar virus Sars-CoV-2. Di sisi lain, persentase transmisi lokalnya menanjak 0,35% menjadi 88,29% dengan total 490 kasus.
Sementara itu tingkat fatalitas Bali naik sebesar 0,05% dibanding kemarin, kini menjadi 1,05%. Hal yang serupa juga menimpa Denpasar, tingkat fatalitas meningkat sebesar 0,13% menjadi 1,80%. Selaniutnya kabar baik datang dari Denpasar, sebab kini Denpasar tak memiliki data penambahan Orang Dalam Pantauan (ODP), sehingga kini masih tetap bertahan di angka 326 orang. Bahkan Pasien Dalam Pantauan (PDP) mengalami penyusutan sebanyak satu orang sehingga menjadi 122 orang. Kendati demikian, Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah sebanyak 2 (dua) orang, kini berjumlah 1.717 orang (Tim Madyapadma).

