Tak gentar menyerang, COVID-19 bagaikan bumerang bagi warga. Pada penghujung Juni, Selasa (30/06) Bali kembali mendapat kabar duka. Bali kembali mencatat penambahan korban COVID-19 sebanyak 1 orang. Hal ini tentu menunjukkan keganasan virus Sars CoV-2 sebagai virus yang mematikan. Lantas bagaimana dengan data COVID-19 lainnya?
Baru sehari rasanya dapat bernapas lega, Selasa (30/6) Denpasar serta Bali kembali dihantam kabar duka. Sesuai hasil pantauan tim Madyapadma online pukul 13.00, hari ini seorang pasien positif COVID-19 di Denpasar menghembuskan napas terakhirnya. Hal itu tentunya menambah catatan kematian di Denpasar menjadi 9 (sembilan) orang, sekaligus membuat terdapat total 15 kematian di Bali. Seolah tak cukup sampai disitu, pulau dewata mencatat tambahan 49 pasien yang mengidap COVID-19 pada hari ini dengan 47 diantaranya terjangkit akibat transmisi lokal. Itu berarti 1.494 penduduk di Bali telah terjangkit COVID-19 serta 1.139 pasien tersebut terpapar karena transmisi lokal. Persentase tranmisi lokal kembali naik 0,72% menjadi 76,29%.
Kondisi di Denpasar pun tak jauh berbeda, persentase transmisi lokal Denpasar juga menanjak 0,44% dari total 87,94%. Hari ini pula, ke-19 penambahan kasus positif COVID-19 di Denpasar berasal dari transmisi lokal. Dengan begitu, total pasien positif di Denpasar menjadi 539 orang. Sementara kasus transmisi lokalnya berjumlah 474 orang. Beruntungnya, baik di Denpasar maupun Bali sama-sama menunjukkan peningkatan pasien pulih. Di Denpasar tercatat total 205 pasien yang telah sembuh (ada tambahan lima orang). Sementara jumlah pasien yang telah terbebas dari COVID-19 di pulau dewata mencapai angka 798 orang (ada tambahan 15 orang).
Kabar lain di Denpasar, menunjukkan total Orang Tanpa Gejala (OTG) terdeteksi sebanyak 1.715 orang dengan tambahan 24 orang. Sama halnya dengan catatan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang bertambah 6 (enam) menjadi 123 orang. Berbeda dengan Orang Dalam Pengawasan yang jumlahnya tetap sebanyak 326 orang. Alhasil, tingkat fatalitas di Denpasar meningkat 0,13% menjadi 1,67%. Sebagai pembanding tingkat fatalitas di Bali 1,00% (naik 0,03%).
Berdasarkan pantauan Tim Madyapadma pada Selasa (30/06), aktivitas warga Denpasar sudah kembali berjalan dengan normal. Seperti yang terlihat di Jl. Siulan, Jl. Gandapura, Jl. Patih Nambi IV FF, JL. Gadung Gg. XIII, Jl. SMA 3, dan Jl. Wijaya Kusuma terlihat sepi dari pengendara, kendati begitu aktivitas warga tetap berjalan dengan normal. Jl. Menuri walaupun kendaraan terlihat sepi, namun terlihat beberapa anak yang bermain di pinggir jalan. Hal yang sama terpantau di Jl. Sekar Sari Gg. Kapit Yeh walaupun sepi pengendara, tetapi salah satu proyek pembangunan masih tetap berjalan. Sementara itu di Jl. Gatot Subroto, Jl. Padma, Jl. Nangka dan Jl. W.R. Supratman terlihat jalanan sudah kembali dipenuhi oleh kendaraan seperti biasanya (Tim Madyapadma).

