Denpasar kembali berduka, pasalnya satu pasien positif COVID-19 kembali menghembuskan nafas terakhirnya. Hal ini juga membuat kasus kematian akibat COVID-19 di Bali ikut bertambah. Dengan adanya kasus ini kewaspadaan masyarakat semakin meningkat. Lantas bagaimanakah dengan data COVID-19 lainnya?
Kian hari COVID-19 makin kuat menjerat masyarakat Bali satu per satu. Hasil pemantauan tim Madyapadma online pada Kamis (25/6) pukul 13.00 WITA, perkembangan COVID-19 di Bali makin bikin meringis. Hari ini Denpasar menghantarkan kabar duka untuk masyarakat Denpasar sendiri juga untuk Bali. Kasus kematian di Denpasar pun menjadi 7 (tujuh) orang. Begitu pula dengan Bali, hingga saat ini terhitung 12 pasien meregang nyawa. Belum lagi pulau dewata harus memikul beban berat akibat lonjakan pasien positif yang tak tanggung-tanggung.
Pada hari ini, tercatat 55 kasus positif baru dengan 52 diantaranya berasal dari kasus transmisi lokal. Dengan begitu total keseluruhan pasien positif di Bali menjadi 1.215. Selaras dengan hal tersebut, persentase transmisi lokal di Bali meningkat 1,04% menjadi 71,30% dengan total 867 kasus. Denpasar sendiri menyumbangkan 16 kasus positif pada hari ini dimana seluruhnya terjangkit akibat transmisi lokal. Pasien positif di Kota Denpasar pun telah menginjak angka 414 orang dengan 349 kasus transmisi lokal. Serupa dengan Bali, Denpasar turut mengalami peningkatan transmisi lokal sebesar 0,43% dari total 84,10%. Meski tak sebanding dengan penambahan pasien positifnya, hari ini tercatat 4 (empat) pasien yang pulih (total 151). Begitu pula dengan Bali yang sampai kini telah terdapat 657 pasien yang terbebas dari COVID-19 (ada tambahan delapan orang).
Sementara itu Orang Dalam Pantauan (ODP) di Denpasar mengalami penambahan sebanyak 7 (tujuh) orang, sehingga saat ini terdapat total 321 orang. Terdapat penambahan 2 (dua) orang untuk Pasien Dalam Pantauan (PDP), sehingga berjumlah 113 orang. Selain itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah sebanyak 51 orang, sehingga saat ini totalnya 1.471 orang. Tingkat fatalitas Denpasar pun ikut naik sebanyak 0.42%, sehingga saat ini menjadi 1,93%. Tidak jauh beda dengan Denpasar, Bali juga mengalami penambahan persentase tingkat fatalitas. Penambahan ini terjadi sebanyak 0,12%, sehingga saat ini mencapai 1,07%.
Pantauan Tim Madyapadma pada Kamis (25/06), terlihat beberapa ruas jalan di Denpasar kembali ramai oleh pengendara. Seperti yang terlihat di Jl. Angsoka, Jl. Melati, Jl. Narakusuma, Jl. SMA 3, Jl. Kecubung, Jl. Pulau Saelus, Jl. Pulau Bangka, Jl. Pulau Belitung, dan Jl. W.R. Supratman, masyarakat sekitar sudah melakukan aktivitas dengan normal, meski begitu masyarakat tetap menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. Hal serupa juga terlihat di Jl. Surapati, Jl. Kepundung, Jl. Letda Rugeg, Jl. Sudirman, Jl. Raya Puputan, Jl. Dewi Sartika, Jl. Raya Sesetan, Jl. Diponegoro, dan Jl. Made Putra, terlihat bahwa ruas-ruas jalan ini telah kembali normal. Bahkan beberapa gerai sudah mulai membuka usahanya kembali. Hal berbeda tampak pada Jl. Pacar, Jl. Sokasati, Jl. Surabi, Jl. Kecubung, Jl. Kenyeri, Jl. Kamboja, Jl. Ratna, Jl. Letda Winda, Jl. Kapten Agung, Jl. Waturenggong, Jl. Pulau Buton, Jl. Pulau Singkep, dan Jl. Drupadi, beberapa ruas jalan ini terpantau lebih lenggang dari pengendara. Sedangkan di Jl. Jepun, Jl. Serma Kawi, Jl. Tukad Banyusari, dan Jl. Plawa hanya terlihat beberapa pengendara yang berlalu lalang.

