Memasuki penghujung Juni, pasien positif COVID-19 masih terus bermunculan. Pada Rabu (24/06), Bali mencatat penambahan pasien positif yang menanjak tajam. Kewaspadaan pun turut meningkat seiring bertambahnya kasus. Lantas bagaimana perkembangan data COVID-19 lainnya?
Hasil pantauan tim Madyapadma online pada Rabu (24/6) pukul 13.00 menunjukkan grafik perkembangan COVID-19 di Bali masih mengalami peningkatan. Lonjakan pada hari terhitung cukup tinggi. Terdapat 42 catatan tambahan pasien positif COVID-19, dimana 38 diantaranya terjangkit akibat transmisi lokal. Berarti, hingga saat ini telah terdapat 1.160 pasien positif dengan 815 kasus transmisi lokal. Persentase transmisi lokal di pulau dewata pada hari ini telah menginjak angka 70,26% (naik 0,76%). Kabar baiknya, catatan kematian di Bali tetap berjumlah 11 orang. Selain itu, pasien yang dinyatakan pulih bertambah 10 orang menjadi 649 orang.
Sementara di Denpasar menambah 15 catatan pasien positif. Semuanya dikabarkan terpapar karena transmisi lokal. Dengan begitu, terdapat 398 orang di Kota Denpasar yang terinfeksi COVID-19. Selaras dengan hal tersebut, persentase transmisi lokalnya kembali melonjak 0,64% menjadi 83,67% dengan 333 kasus transmisi lokal. Beruntungnya 147 orang telah dinyatakan terbebas dari COVID-19 (ada tambahan tiga orang). Hari ini pula tak tercatat pasien yang meninggal dunia. Itu berarti, kasus kematian tetap berada di angka 6 (enam).
Data Kota Denpasar menunjukkan catatan Orang Tanpa Gejala (OTG) totalnya berjumlah 1.420 orang, dengan tambahan 49 orang. Begitu pula Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang bertambah sebanyak 2 (dua) orang menjadi 111 orang. Berbeda dengan Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang jumlahnya tetap sebanyak 314 orang. Tingkat fatalitas di Denpasar menunjukkan adanya penyusutan sebesar 0,06% menjadi 1,51%. Sebagai pembanding tingkat fatalitas di Bali berjumlah 0,95% turun 0,03% (Tim Madyapadma).

