Pasien positif COVID-19 di Denpasar kini kembali bertambah. Pada (23/06) 16 orang kembali menambah daftar panjang kasus positif COVID-19 di Denpasar. Kasus pasien positif yang tak henti-hentinya bertambah setiap hari, seharusnya menambah kewaspadaan. Lantas bagaimana data perkembangan COVID-19 secara rinci?
Apabila Senin (22/6) kemarin hanya tercatat 3 (tiga) pasien positif di Denpasar, hari ini catatan kasus COVID-19 kembali menanjak tajam. Sesuai hasil pemantauan tim Madyapadma online pada Selasa (23/6) pukul 13.00 menunjukkan terdapat 16 pasien positif yang semuanya terjangkit akibat transmisi lokal. Dengan begitu kasus COVID-19 di Kota Denpasar menjadi 383 orang dengan 318 terinfeksi karena transmisi lokal. Selaras dengan hal tersebut, persentase transmisi lokalnya pun meningkat 0,74% dari total 83,03%.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, kasus pertama yakni seorang perempuan berusia 54 tahun dari Desa Dauh Puri Kaja. Ia dirawat di RS Wangaya karena memiliki gejala demam. Kasus kedua pun dirawat di RS Wangaya dan di swab karena ada gejala demam. Pasien kedua tersebut berumur 54 tahun dan tinggal di Desa Penatih Dangin Puri. Serupa dengan kisah tersebut, seorang perempuan umur 57 tahun yang diswab akibat gejala demam serta kemudian dirawat di RSUP Sanglah. Perempuan tersebut berasal dari Desa Desa Pemecutan Kaja.
Berikutnya, terdapat 5 (lima) pasien positif yang dirawat secara mandiri karena hanya menunjukkan gejala ringan. Rinciannya antara lain seorang laki-laki berusia 41 tahun bertempat tinggal di Sidakarya yang memiliki gejala batuk ringan. Lantas terdapat seorang perempuan 23 tahun dirawat mandiri dengan gejala demam ringan. Menyusul wanita paruh baya berumur 68 tahun dari Pedungan juga mengidap gejala demam ringan. Dari Sesetan, tercatat pula seorang laki-laki berusia 23 tahun terkonfirmasi mengidap COVID-19 dan kini dirawat secara mandiri. Usut punya usut, “Laki-laki ini awalnya OTG karena ada kakak perempuannya yang berumur 45 tahun yang merupakan ibu rumah tangga positif tanggal 9 Juni 2020 lalu,” kata Dewa Rai. Karena gejala batuk pilek, seorang wanita dari Desa Dauh Puri Kangin diswab dan terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudian, wanita berusia 58 tahun itu dirawat secara mandiri.
Selain itu, terdapat dua orang perempuan yang terpapar dari seorang perempuan umur 40 tahun yang positif tanggal 15 Juni 2020 di Desa Dauh Puri Kaja. Keduanya merupakan satu keluarga, dua orang tersebut adalah perempuan berumur 22 tahun adiknya dan perempuan umur 68 tahun ibunya. Hal serupa terjadi di Desa Pemecutan Kelod, terdapat empat orang, yaitu laki laki berumur 50 tahun suami, laki -laki umur 25 tahun anak pertama, laki - laki 21 tahun anak kedua, dan perempuan umur 16 tahun anak ketiga dalam satu keluarga yang terinfeksi COVID-19. Keempatnya terinfeksi dari ibu rumah tangga umur 45 tahun yang berjualan ikan di Pasar Kumbasari. Selanjutnya kisah yang sama terulang di Kelurahan Dauh Puri, tiga orang dalam satu keluarga terjangkit COVID-19 dari perempuan umur 42 tahun yg terinfeksi COVID-19 sejak tanggal 6 Juni 2020 lalu. Ketiganya yaitu laki - laki umur 61 tahun merupakan iparnya, perempuan umur 29 tahun keponakannya, dan laki- laki umur 25 tahun merupakan keponakannya.
Kondisi di Bali pun tak jauh berbeda dengan di Denpasar. Pasalnya 36 pasien yang terdiagnosa mengidap COVID-19 pada hari ini, semuanya berasal dari kasus transmisi lokal. Berarti hingga saat ini terdapat 1.118 pasien positif. Kabar lainnya, persentase transmisi lokal melonjak 1,02% menjadi 69,50% dengan total 777 kasus transmisi lokal. Beruntungnya, baik di Bali maupun di Denpasar tak tercatat kasus kematian tambahan. Data di pulau dewata tetap menunjukkan angka 11 orang. Sama halnya dengan di Denpasar yang jumlahnya masih sama yakni 6 (enam) orang. Hari ini, jumlah pasien pulih di Denpasar bertambah 14 orang menjadi 144 orang. Pasien yang telah sembuh di Bali pun kini terhitung sudah mencapai angka 639 orang (ada tambahan 24 orang).
Sementara, tingkat fatalitas di Bali menyusut 0,04% menjadi 0,98%. Hal serupa juga terjadi di Kota Denpasar, tingkat fatalitasnya menunjukkan angka 1,57% (turun 0,06%). Walaupun begitu, Orang Tanpa Gejala (OTG) terdeteksi sebanyak 1.371 orang dengan tambahan 15 orang pada hari ini. Hari ini tercatat penambahan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sehingga totalnya menjadi 109 orang. Lain halnya dengan Orang Dalam Pengawasan yang tetap terdeteksi sebanyak 314 orang.
Situasi beberapa jalan di Denpasar masih terlihat sepi. Selaras dengan hasil pantauan tim Madyapadma pada Selasa (23/6) yang menunjukkan Jl Gadung, Jl Siulan, Jl Sekar Sari, Jl Gandapura, dan Jl Kembang Matahari belum dipadati lalu lalang kendaraan. Kondisi serupa juga tampak di Jl Patih Nambi IV dan Jl Patih Nambi IV FF, hanya satu dua warga yang beraktivitas di sekitar perumahan. Sementara, Jl Patih Nambi sebagai jalan utama menuju perumahan terlihat mulai dilintasi kendaraan-kendaraan. Terdapat pula sebuah toko dipenuhi kendaraan yang terparkir rapi. Beberapa kendaraan juga mulai melewati Jl Tukad Yeh Aya. Lain halnya dengan arus lalu lintas di Jl Nangka yang telah disesaki serbuan kendaraan. Kendati begitu, para pengendara di Jl Nangka tetap menggunakan masker (Tim Madyapadma).

