Sabtu (20/6) Kota Denpasar kembali diterpa kabar duka. Pasalnya nyawa seorang pasien COVID-19 kembali terenggut. Kabar ini seolah jadi tamparan bagi masyarakat agar lebih mengindahkan kesehatan. Lantas, bagaimana kabar selengkapnya?
Pada Sabtu (20/6), Kota Denpasar menerima kabar duka sebab seorang pasien COVID-19 menghembuskan napas terakhirnya. Membuat total catatan kematian di Denpasar sebanyak 4 (empat) orang. Setelah dikonfirmasi, rupanya pasien perempuan berusia 61 tahun asal Desa Padangsambian Kelod yang dinyatakan meninggal dunia ini mempunyai riwayat sakit jantung. Dengan adanya satu orang meninggal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, kembali mengingatkan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan. "Jadi harus disiplin yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, mengingat bahaya dari COVID-19 bisa merenggut nyawa," katanya. Peningkatan kasus transmisi lokal yang signifikan belakangan ini, memerlukan upaya disiplin dan sungguh-sungguh dari semua pihak.
Kendati begitu, lonjakan penambahan positif COVID-19 di Denpasar lebih mereda. Jika hari kemarin terdapat penambahan 54 pasien positif, kini pada Sabtu (20/6) tercatat penambahan sebanyak 21 orang (total 353). Hari ini pula tercatat total 288 kasus transmisi lokal dengan penambahan 21 kasus. Berarti persentase transmisi lokal di Denpasar kembali meningkat 1,17% menjadi 81,59%. Secara kumulatif terdapat 119 pasien yang telah pulih dengan tambahan 4 (empat) orang.
Hasil tracking tim gugus tugas di Kota Denpasar secara kumulatif terdapat status Orang Tanpa Gejala (OTG) 1.338 kasus (ada tambahan 11 orang), namun dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 444, sehingga tersisa 894 OTG. Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 314 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 276, sehingga masih tersisa 38 ODP. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 106 kasus, namun 36 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani swab test, sehingga tersisa 70 yang berstatus PDP.
Sama seperti Denpasar, lonjakan grafik COVID-19 di Bali pun jadi lebih terkendali. Hingga saat ini telah tercatat 1.015 orang yang terjangkit COVID-19 (ada tambahan 37 orang). Penambahan pada hari ini tentu tak separah kemarin yang mencapai angka 81 orang. Meski demikian, 35 diantara penambahan hari ini berasal dari kasus transmisi lokal (total 682). Alhasil persentase transmisi lokal di pulau dewata kembali naik 1,03% menjadi 67,19%. Kasus kematian yang tercatat hari ini hanya berjumlah satu orang yang merupakan warga asal Denpasar tadi. Sehingga daftar kematian di Bali berjumlah 9 (sembilan) orang. Beruntungnya, hari ini 20 pasien dinyatakan terbebas dari COVID-19 dari total 586 orang yang telah pulih. Sayangnya, tingkat fatalitas di Bali meningkat 0,07% menjadi 0,89%. Sama halnya dengan tingkat fatalitas di Denpasar yang menunjukkan peningkatan 0,23% dari total 1,13%.
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online pada Minggu (20/6) sekitaran Jl Nusa Indah terlihat ramai seperti sebelum PKM diterapkan. Sebagian besar toko telah beroperasi dengan normal. Kondisi yang serupa juga dapat ditemui di Jl. Kejanti. Sementara itu, arus yang cukup lenggang terpantau di Jl Gandapura, Jl Patih Nambi, dan Jl Noja Dukuh. Bahkan hari ini terlihat situasi di Jl Kembang Matahari lebih lenggang dibanding hari-hari sebelumnya (Tim Madyapadma).

