Kejutan di Bulan Juni tampaknya masih belum berhenti. Hari ini, Bali mencatat penambahan 81 orang positif COVID-19 dalam sehari. Menjadi grafik harian tertinggi, selama Bali dikoyak dalam pusaran pandemi. Bagaimana data perkembangan selengkapnya?
Baru kemarin rekor penambahan pasien positif masih berada di angka 66 orang, hari ini ternyata keadaan semakin parah. Hasil pantauan tim Madyapadma online pada Jumat (19/6) pukul 13.00 WITA menunjukkan 81 orang di Bali terjangkit COVID-19 (total 978 orang). Menengok kondisi Bali yang makin terjerat virus ini, masyarakat hendaknya jadi lebih waswas dan taat dalam mengikuti protokol kesehatan. Belum lagi, 70 diantaranya berasal dari kasus transmisi lokal. Membuat persentase transmisi lokal di Bali menjadi 66,16% (naik 1,83%) dengan total 647 kasus. Situasi transmisi lokal di Denpasar pun tidak lebih baik. Bayangkan saja, persentase transmisi lokal di Denpasar telah menembus angka 80,42% dengan peningkatan 1,64% pada hari ini. Sampai saat ini tercatat ada 267 kasus transmisi lokal dengan penambahan 48 orang. Selaras dengan hal tersebut, jumlah pasien positif juga bertambah 54 menjadi 332 orang.
Kabar lainnya, baik di Denpasar maupun di Bali tidak mencatat kasus kematian tambahan pada hari ini. Jumlah pasien yang meregang nyawa di Bali tetap berjumlah 8 (delapan) orang dan di Denpasar tetap 3 (tiga) orang. Hari ini pula, terdapat 4 (empat) pasien di Denpasar yang berhasil bebas dari genggaman COVID-19. Sehingga total pasien sembuh di Denpasar menunjukkan angka 115 orang. Sementara jumlah pasien pulih di pulau dewata juga bertambah 13 orang menjadi 566. Alhasil tingkat fatalitas di Bali turun 0,07% menjadi 0,82%. Begitu pula dengan tingkat fatalitas di Denpasar yang juga menyusut 0,18% dari total 0,90%. Namun, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah sebanyak 47 orang dari total 1.327 orang. Begitu pula dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang bertambah 3 (tiga) orang menjadi 314 orang. Berbeda dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang hari ini jumlahnya berkurang 2 (dua) orang menjadi 106 pasien. Data lebih lengkap lihat tabel (Tim Madyapadma).

