Penyebaran COVID-19 di Bali terus meningkat seiring pula dengan kecemasan masyarakat. Apalagi kasus transmisi lokal masih mendominasi. Kendati begitu, dibanding larut dalam kecemasan, kasus yang kian menggemuk ini juga semestinya menjadi pemantik kewaspadaan. Bagaimana kabar perkembangan COVID-19 selengkapnya?
Grafik perkembangan COVID-19 terus menanjak tajam. Selasa (16/06) angka positif COVID-19 di pulau dewata telah menginjak angka 784 orang. Sesuai hasil pantauan data tim Madyapadma online pukul 13.00 hari ini ada 22 pasien yang baru didiagnosa mengidap COVID-19. Berbicara mengenai situasi di Bali, kali ini hanya seorang pasien positif baru yang bukan terjangkit akibat transmisi lokal. Itu berarti total transmisi lokal di Bali berjumlah 468 orang. Kota Denpasar lagi-lagi jadi penyumbang transmisi lokal terbanyak yakni 10 orang untuk hari ini. Alhasil persentase transmisi lokal di Bali kembali meningkat 1,03% menjadi 59,69%. Beruntungnya tak terdapat satu pun pasien di Bali yang meregang nyawa pada hari ini (tetap delapan orang). Sampai saat ini 510 pasien di Bali dinyatakan telah sembuh dengan penambahan 8 (delapan) orang. Kabar lainnya, tingkat fatalitas di Bali pun menyusut 0,03% menjadi 1,02%.
Sementara penambahan pasien di Denpasar semuanya diambil alih kasus transmisi lokal. Berarti hingga saat ini telah terdapat 212 pasien positif dengan 154 kasus transmisi lokal. Otomatis, persentase transmisi lokal di Kota Denpasar pun naik 1,35% dari total persentase 72,64%. Beruntungnya kasus kematian yang tercatat menetap di angka 3 (tiga) orang. Di lain sisi, pasien yang pulih juga tak mengalami penambahan, masih sebanyak 95 orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) pun bertambah sebanyak 71 orang dari total 1.155 orang. Berbanding terbalik dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berkurang 2 (dua) orang menjadi 99 orang. Berbeda dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang hari ini tidak menambah daftar nama, tetap berjumlah 310 orang. Di Denpasar, tingkat fatalitasnya menunjukkan angka 1,42% (turun 0,07%).
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online pada Selasa (16/6), Jl Siulan dan Jl Noja tampak kian ramai dibanding pekan lalu. Kegiatan renovasi sebuah rumah di Jl Noja pun hari ini terlihat tetap dilangsungkan. Sementara itu, kondisi Jl WR Supratman hari ini justru terlihat tak seramai biasanya. Meski begitu, lalu lintasnya tergolong cukup ramai. Berbeda dengan Jl Hasanudin yang masih tampak ramai seperti sebelum PKM diterapkan. Selain itu, arus yang cukup lenggang dapat ditemui di Jl Patih Nambi, Jl Kembang Matahari, Jl Bypass Ngurah Rai, Jl Kertapura, Jl Tukad Yeh Aya, dan Jl Soka.

