Tampaknya Bulan Juni juga belum mampu menjadi obat penawar pandemi COVID-19. Di awal bulan ini, angka transmisi lokal di Denpasar pun terus bertambah. Penyebarannya meluas dan menginfeksi jumlah yang besar dalam satu hari sekaligus. Kasus Meduri misalnya, sempat jadi sorotan utama di awal pertengahan tahun ini. Sebanyak 9 (sembilan) orang dinyatakan positif COVID-19. Akses masuk kawasan itu pun lantas
dibatasi. Hingga kini, Sabtu (13/6) masih terlihat pembatas jalan berbahan bambu yang melintang di sana. Tulisan isolasi mandiri, terpampang jelas dengan warna merah mencolok. Tak heran kesunyian menyelimuti penuh tanah Meduri. Di sudut Kota Denpasar lainnya, tepatnya di Jl Sulawesi, hari ini terpantau sepi. Kawasan pertokoan yang biasanya dikerumuni warga itu, kini sepi pembeli. Terlihat 3 (tiga) toko yang memilih menutup gerainya. Berbeda dengan kondisi Pasar Kumbasari yang denyutnya lebih melemah. Akibat ledakan transmisi lokal yang menimpa sejumlah pedagangnya, Kumbasari akhirnya ditutup. Hari ini beberapa kendaraan yang terparkir di area parkir pasar, terlihat tak berhimpitan seperti dahulu. Kendati begitu, masih dijumpai beberapa pedagang yang berjualan. Sejumlah pedagang Pasar Kumbasari pun hari ini terlihat tengah menjalani tes swab yang diadakan oleh Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar yang merupakan upaya screening awal untuk melacak kasus covid-19. Tercatatat pada Sabtu (13/6),186 pedagang melaksanakan rapid test setelah sebelumnya 33 orang pedagang sudah melakukam swab test. 200 alat test disiapkan namun 14 orang pedagang tidak datang untuk melakukan test hari ini. Hasilnya 7 orang dinyatakan reaktif dan 179 lainya diketahui non reaktif.

