Pada Sabtu (13/6), Denpasar menyumbangkan 11 pasien positif COVID-19, dengan catatan seluruhnya terjangkit akibat transmisi lokal. Hal ini membuktikan bahwa transmisi lokal di Denpasar kian gencar beredar. Lalu bagaimana dengan data COVID-19 lainnya?
COVID-19 masih tak gentar menginfeksi para penduduk. Sesuai hasil pantauan data tim Madyapadma online pada Sabtu (13/06) pukul 13.00 menunjukkan terdapat tambahan 28 orang di Bali yang terdiagnosa mengidap COVID-19 (total 725 orang). Dimana, Kota Denpasar menyumbangkan 11 pasien baru pada hari ini. Parahnya lagi kesebelas pasien positif itu terjangkit akibat transmisi lokal. Keseluruhannya tersebar di beberapa desa/kelurahan mulai dari Kelurahan Tonja sebanyak 1 orang perempuan, Desa Pemecutan Kelod sebanyak 1 orang laki-laki, Desa Pemogan sebanyak 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, Desa Dangin Puri Kangin sebanyak 1 orang perempuan, Kelurahan Peguyangan sebanyak 1 orang perempuan, Desa Dauh Puri Kaja sebanyak 1 orang perempuan, Desa Dauh Puri Kelod sebanyak 1 orang laki-laki, Kelurahan Sesetan sebanyak 1 orang laki-laki, Kelurahan Penatih sebanyak 1 orang perempuan dan Kelurahan Pemecutan sebanyak 1 orang laki-laki. Dengan begitu, hingga kini terdapat 186 pasien positif dengan 129 kasus transmisi lokal. Selaras dengan penambahan kasus transmisi lokal, persentasenya pun turut meningkat 1,92% menjadi 69,35%. "Kasus saat ini didominasi transmisi lokal, oleh karena itu diperlukan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi untuk mencegahnya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kekuatan penemuan kasus dapat dimaksimalkan, selain itu kami mengimbau untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat di wawancarai di ruanganya, Sabtu (13/6) mengingatkan.
"GTPP Kota Denpasar fokus untuk menemukan kasus, sehingga upaya penanganan dan pencegahan juga dapat dimaksimalkan, kami berusaha untuk menelusuri kasus yang terjadi, sebab kalau tidak terdeteksi, ini bisa jadi ancaman akan penyebaran yang lebih luas dan nantinya bisa menjadi bom waktu," kata Dewa Rai. Daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Denpasar hari ini bertambah sebanyak 1 (satu) orang menjadi 309 orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) ikut bertambah sebanyak 663 orang menjadi 959. Berbanding terbalik dengan daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tak mengalami peningkatan, tetap berjumlah 73 orang. Beruntungnya tak ada catatan kematian tambahan (tetap tiga orang). Kabar lainnya, hari ini terdapat 4 (empat) pasien yang baru dinyatakan pulih. Keempatnya berdomisili di Desa Sanur Kaja seoarang laki-laki, Kelurahan Pemecutan seoarang laki-laki, Desa Pemecutan Kaja seorang perempuan dan Kelurahan Kesiman seoarang perempuan. Sehingga total pasien yang telah sembuh sebanyak 82 orang.
Tak jauh berbeda dengan keadaan di Denpasar, di pulau dewata juga tercatat 462 pasien yang telah terbebas dari COVID-19 (ada tambahan 14 orang). Sayangnya, terdapat seorang pasien yang meninggal dunia dari Kabupaten Badung. Berarti catatan kematian di Bali telah menginjak angka 8 (delapan) orang. Persentase transmisi lokal di Bali juga meningkat 1,15% menjadi 57,10%. Kasus transmisi lokal di Bali saat ini menunjukkan angka 414 orang (ada tambahan 24 orang).
Data di Indonesia juga tunjukkan adanya peningkatan kasus positif COVID-19. Hingga hari ini tercatat 37.420 pasien positif COVID-19 dengan penambahan 1.014 pasien. Pasien yang meregang nyawa bertambah 43 kasus menjadi 2.091. Beruntungnya pasien yang pulih telah menginjak angka 13.776 orang (ada tambahan 563 orang). Begitu pula dengan kepulihan di dunia yang telah mencapai 3.975.050 orang. Meski begitu, sampai hari ini tercatat ada 7.757.942 pasien positif di dunia. Alhasil tingkat fatalitas di dunia menyusut 0,05% menjadi 5,52%. Begitu pula dengan fatalitas di Indonesia yang juga turun 0,04% dari total persentase 5,59%. Berbanding terbalik dengan tingkat fatalitas di Bali yang menunjukkan angka 1,10% (naik 0,10%). Sementara tingkat fatalitas di Denpasar mnunjukkan adanya penurunan 0,09% menjadi 1,62%.
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online pada Sabtu (13/6), beberapa ruas jalan di Kota Denpasar sudah kembali menunjukkan aktivitasnya seperti sebelum dilaksanakannya PKM, seperti di ruas Jl. Ayani Utara, Jl. Padma, Jl. Gatot Subroto Timur, Gatot Subroto Tengah, dan Jl. Wr. Supratman. Sementara itu keadaan jalan yang agak ramai juga ditemui pada ruas Jl. Cokroaminoto, Jl. dr. Sutomo, Jl. Kumbakarna, Jl. Gajah Mada, Jl. Letda Made Putra, Jl. Letda Reta, Jl. Kapten Cok Agung Tresna, Jl. Surapati, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Kapten Agung, Jl. Arjuna, dan Jl. Tulip. Bahkan dikawasan Jl. Patih Nambi dan Jl. Kembang Matahari, terlihat masyarakat sudah mulai beraktivitas seperti semula. Tak terkecuali pada taman - taman di Kota Denpasar, beberapa taman terlihat ramai oleh masyarakat yang berolahraga, seperti yang terlihat pada Lapangan Puputan Badung, Lapangan Renon, dan Taman Kota Denpasar. Selain itu beberapa kawasan juga masih terlihat lenggang, seperti pada Jl. Maruti, Jl. Ayani Selatan, Jl. Letda Tantular, Jl. Basuki Rahmat, Jl. dr. Kusuma Atmaja, Jl. Drupadi, Jl. Nusa Indah, Jl. Subita, Jl. Pralina, Jl. Turi, Jl. Kenyeri, Jl. Mulawarman, Jl. Kaswari, Jl. Noja Dukuh, Jl. Gandapura, dan Jl. Patih Nambi XIV. Lain hal dengan Jl. Nakula, Jl. Arjuna, dan Jl. Kepundung yang tampak dilewati beberapa kendaraan namum masih tergolong sepi (Tim Madyapadma).

