Kasus transmisi lokal di Bali memang kini jadi sorotan. Hari ini, sebanyak 31 kasus telah tercatat sekaligus. 20 orang diantaranya, merupakan sumbangan dari Kota Denpasar. Diselidiki pula, ternyata sebagian besar pasien, berasal dari kalangan pedagang Pasar Pelataran Kumbasari. Bagaimana rincian kasus selengkapnya?
COVID-19 rupanya masih enggan berjabat tangan. Kondisi di Denpasar pun kian mengkhawatirkan. Seperti hasil pemantauan perkembangan COVID-19 yang telah dirangkum oleh tim Madyapadma online pada Rabu (10/6) pukul 13.00 yang menunjukkan Kota Denpasar kembali menambah kasus positif COVID-19, sebanyak 20 orang. Semua pasien yang terjangkit merupakan ulah kasus transmisi lokal. Dimana, 18 diantaranya berprofesi sebagai pedagang ikan dan pedagang canang di Pasar Pelataran Kumbasari. Sedangkan dua lainya tertular akibat kontak dari daerah terjangkit. Secara rinci pasien positif COVID-19 terdiri atas 16 perempuan dan 4 (empat) laki-laki yang berdomisili di wilayah Kota Denpasar. Adapun sebarannya mencakup wilayah domisili Kelurahan Kesiman sebanyak 1(satu) orang, Kelurahan Pedungan sebanyak 1 (satu) orang, Kelurahan Pemecutan sebanyak 4 (empat) orang, Desa Pemecutan Kaja sebanyak 5 (lima) orang, Desa Ubung Kaja sebanyak 1 (satu) orang, Desa Tegal Kerta sebanyak 2 (dua) orang, Kelurahan Peguyangan sebanyak 1 (satu) orang, Desa Tegal Harum sebanyak 1 (satu) orang, Desa Padangsambian Klod sebanyak 2 (dua) orang, dan Desa Pemecutan Kelod sebanyak 2 (dua) orang. Alhasil hingga kini terdapat 161 pasien positif di Denpasar dengan 105 kasus transmisi lokal. Dengan begitu, persentase transmisi lokal kembali melonjak 4,94% menjadi 65,22%.
“Kami baru saja mendapatkan laporan bahwa 20 orang dinyatakan positif COVID-19 di Kota Denpasar akibat kasus transmisi lokal, namun 2 (dua) orang juga dinyatakan sembuh, peningkatan kasus kembali terjadi, dan kita harus lebih waspada karena sudah terjadi transmisi lokal di pasar, dan ini klaster baru, mohon lebih disiplin," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi, Rabu (10/6). Selaras dengan yang diungkapkan Dewa Rai, 2 (dua) orang dinyatakan sembuh berasal dari Desa Dangin Puri Klod dan Kelurahan Sesetan (total 75 orang). Menanggapi keadaan Denpasar yang kian bikin waswas, menurut Dewa Rai Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar berupaya “Dengan testing swab massal yang kami lakukan akan lebih cepat mengetahui status OTG sehingga akan lebih mudah melakukan langkah selanjutnya seperti bloking, isolasi dan karantina serta treatment," kata Dewa Rai dalam upaya mempercepat pemutusan rantai COVID-19.
Hasil tracking tim gugus tugas di Kota Denpasar secara kumulatif terdapat status Orang Tanpa Gejala (OTG) 849 kasus terdapat penambahan 20 orang pada hari ini, namun 404 dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri, sehingga tersisa 445 OTG. Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 308 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 270, sehingga masih tersisa 38 ODP. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 104 kasus terdapat tambahan 2 (dua) kasus, namun 30 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 74 yang berstatus PDP. Beruntungnya tak terdapat nyawa yang terenggut hari ini akibat COVID-19 (tetap dua orang). Walaupun begitu, “Diperlukan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi semua elemen masyarakat dalam memutus mata rantai covid 19. Semua daerah di Bali dan luar Bali sudah terpapar COVID-19, mari bersama-sama kurangi perjalanan atau aktivitas di luar rumah dan kontak langsung dengan orang lain, karena kita tidak mengetahui siapa yang membawa virus atau tidak, untuk itulah diperlukan kesadaran, kejujuran dan disipilin yang tinggi semua pihak,” kata Dewa Rai mengingatkan.
Kabar buruk juga diterima Bali, pasalnya 31 dari 32 tambahan pasien yang terdiagnosa COVID-19 didominasi oleh transmisi lokal. Persentase tranmisi lokal saat ini pun menunjukkan angka 54,13% (naik 2,24%) dengan total 347 kasus. Di sisi lain, jumlah pasien positif di Bali telah menginjak angka 641 orang. Beruntungnya di Bali tak tunjukkan catatan kematian baru (tetap enam orang). Meski tak seberapa, hari ini pula tercatat 3 (tiga) pasien yang baru terbebas dari jeratan COVID-19. Berarti, sampai saat ini terhitung ada 412 pasien yang telah pulih. Sementara itu, kabar Indonesia pun kian memburuk, sebab kasus positif COVID-19 pada hari ini lagi-lagi meningkat pesat. Tercatat pasien yang mengidap COVID-19 sebanyak 34.316 orang dengan tambahan 1.240 orang. Pasien yang meregang nyawa juga turut bertambah 36 orang menjadi 1.959 orang. Sisi baiknya, 12.129 orang telah dinyatakan pulih (ada tambahan 715 orang).
Data di dunia pada hari ini menunjukkan terdapat 7.342.359 pasien positif COVID-19. Dimana 3.619.774 orang telah dinyatakan sembuh. Dengan begitu tingkat fatalitas dunia turun 0,03% menjadi 5,64%. Sama seperti tingkat fatalitas di Bali yang juga turun 0,10% menjadi 5,71%. Kendati tak sebanyak Indonesia, persentase di pulau dewata juga tunjukkan adanya penurunan tingkat fatalitas sebesar 0,05% dari total persentase 0,94%. Begitu pula dengan Kota Denpasar yang tingkat fatalitasnya menunjukkan angka 1,24% dengan penyusutan 0,18%.

