Pandemi COVID-19 boleh jadi mampu mengkarantina masyarakat. Namun, tidak berlaku bagi gairah peneliti muda Kota Denpasar. Hari ini, Senin (8/6), pemerintah menggelar acara penganugerahan pemenang lomba Denpasar Innovation Day (DID) 2020, via aplikasi Zoom. Sekaligus sebagai sebuah apresiasi bagi peneliti muda yang tetap berkarya di tengah pandemi.
Tak dapat bersua, tak lantas menyurutkan semangat para peneliti muda untuk terus berkarya. Setelah melalui perjuangan berkarya di tengah pandemi, beradu menyampaikan presentasi via daring. Kini tiba saatnya bagi para finalis lomba Denpasar Innovation Day 2020, menyecap hasil jerih payah mereka. Pengumuman ini berlangsung secara online, dengan menggunakan aplikasi Zoom. Sekitar pukul 09.00 WITA, Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menyapa hadirin dengan balutan kemeja putihnya. Dalam sambutannya, Rai Mantra mengatakan bahwa secara tidak sadar, seluruh pihak yang terlibat dalam lomba Denpasar Innovation Day telah berhasil menerapkan era new normal
Tahun ini DID mengusung tema SDGs (Sustainable Development Goals), dengan 4 kategori di dalamnya. Salah satunya adalah kategori Pelajar SDGs. Memang para peneliti muda tak mudah patah arang, tetapi keterbatasan di tengah pandemi, sungguh mempengaruhi proses berinovasi. Bahkan, sang juara pertama kategori pelajar SDGs sekalipun, Ni Putu Ayu Mandalay Shasa Alba Chiara (17), mengakui hal tersebut. "Dengan adanya pandemi ini tentu menghambat proses membuat inovasi, karena aku gak bisa tatap muka langsung sama pembina untuk bimbingan dan juga sulit minta saran ke teman-teman dan kakak kelas yang lebih berpengalaman," aku Mandalay. Pemenang lain kategori Pelajar SDGs diraih oleh Ni Made Nami Khrisnayanti sebagai juara kedua. Kemudian disusul Ni Putu Diva Iswarani yang menyabet juara ketiga. Sementara juara favorit berhasil diraih I Kadek Hari Kesuma.
Tak jauh berbeda dengan yang dilalui oleh Putu Nova Putra Wijaya (35), selaku juara 1 (satu) kategori Umum SDGs "Adanya pandemi ini memang menghambat proses, karena kita banyak di lapangan atau terjun langsung ke obyek, mulai dari pembicaraan dengan pihak pengelola obyek, maupun pencarian data-data mengenai obyek yang akan diangkat menjadi tema, seperti kita ketahui sekarang ini kan banyak obyek-obyek wisata yg tutup sementara karena masa pandemi ini,” tutur Nova Putra. Sementara posisi kedua sekaligus juara favorit Umum SDGs diduduki oleh Ngakan Putu Anom Harjana. Wayan Widrayana Raditya lantas diumumkan sebagai pemenang ketiga. Lain halnya dengan kategori Umum Terapan, I Gusti Lanang Ngurah Agung Pramadi berhasil menduduki posisi pertama. I Wayan Karta mengejar di posisi kedua sekaligus juara favorit. Gelar juara ketiga akhirnya disabet oleh Nyoman Fajar Ananda Citra. Disamping itu, Felix Lukman berhasil menjadi juara 1 kategori Video. Disusul oleh Sera Ayu Supra Rendra Dewi di posisi kedua dan Anak Agung Ngurah Micko Indrawan berada di posisi ketiga. Untuk gelar favorit, I Dewa Gede Dirga Negara berhasil mengungguli lawannya.
Serupa halnya dengan para peneliti muda yang tetap berjuang di tengah badai COVID-19 ini. Seluruh elemen masyarakat Kota Denpasar pun, juga tengah menunjukkan rasa optimisme dalam semangat gotong royong. Demi mendukung percepatan penanganan COVID-19. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Senin (8/6) menjelaskan bahwa berdasarkan data di Bagian Hukum dan Ham Setda Kota Denpasar terdapat 40 Desa/Kelurahan sudah resmi mengajukan penerapan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan 20 diantaranya telah disetujui untuk melaksanakan PKM. Terkait pelaksanaan PKM, Dewa Rai menekankan masyarakat tidak perlu risau. “Jadi kuncinya adalah protokol kesehatan yang lebih disiplin, sangat sederhana dan mudah dilaksanakan oleh masyarakat dalam mendukung aktifitas sehari-hari. Jadi PKM ini sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru dalam pandemi COVID-19 ini,” jelasnya.
Testing massal berbasis kuantitas yang digencarkan Pemkot Denpasar memerlukan dukungan maksimal masyarakat. Sehingga terbangun pola yang saling mendukung dengan skema kuantitas tes, kecepatan dan akurasi tracking masif, partisipasi, isolasi area terdampak, dan berbagai langkah preventif, promotif dan kuratif dalam PKM. “Tentu kami di GTPP COVID-19 Kota Denpasar memberikan apresiasi atas semangat Desa/Kelurahan dan Desa Adat dalam bekerjasama, dan penting diketahui bahwa PKM ini tidak hanya bersifat kuratif, melainkan juga sebagai bentuk preventif pencegahan dan sosialisasi,” jelasnya.
penulis: kar/dyt/dis
reporter: rgj/Tim Madyapadma

