Peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia belum juga surut. Kali ini, Sabtu (6/6) kasus positif di Indonesia tercatat bertambah sebanyak 993 orang. Lalu bagaimana dengan kabar penyebaran COVID-19 selengkapnya?
Catatan pasien positif COVID-19 di Indonesia pada Sabtu (6/6) mengalami lonjakan yang amat tinggi. Sesuai dengan hasil pantauan data penyebaran COVID-19 oleh tim Madyapadma online, hari ini terdapat penambahan pasien positif sebanyak 933 pasien. Dengan begitu total pasien positif di Insonesia menjadi 30.514 orang. Jumlah pasien yang meregang nyawa sayangnya kembali meningkat menjadi 1.801 orang (ada tambahan 31 orang). Kendati begitu, setidaknya tercatat tambahan 464 pasien yang baru dinyatakan pulih. Kini jumlah penduduk dunia yang didiagnosa mengidap COVID-19 menunjukkan angka 6.866.120 orang dengan 3.362.308 orang dinyatakan telah sembuh.
Sementara itu, data di Pulau Dewata juga masih tunjukkan peningkatan. Hari ini total pasien positif di Bali berjumlah 558 orang (ada tambahan 33 orang). Diantara penambahan 33 pasien positif, 18 pasien tersebut berasal dari kasus transmisi lokal. Alhasil kini persentase tranmisi lokal berada di angka 47,31% (naik 0,46%). Beruntungnya, catatan kematian masih berjumlah 6 (enam) orang. Kabar lainnya, terdapat 2 (dua) pasien di Bali yang baru dinyatakan pulih. Itu artinya pasien positif COVID-19 yang telah pulih menjadi 372 orang.
Lain halnya dengan data di Denpasar yang tak menunjukkan keselarasan. Menurut data resmi dari website pemerintah kota Denpasar tercatat ada 119 pasien positif COVID-19. Sementara itu saat dikonfirmasi ke Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan total positif di kota Denpasar sebanyak 118 orang. “Kali ini, 1 orang perempuan asal Kelurahan Pemecutan usia 28 tahun dinyatakan positif COVID-19. Jumlah ini secara otomatis menambah jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Kota Denpasar menjadi 118 orang,” ungkap Dewa rai.
Selain itu,“Kami baru saja mendapatkan laporan bahwa per hari Sabtu (6/6) ini 1 (satu) orang dinyatakan positif COVID-19 di Kota Denpasar akibat transmisi lokal," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar saat konfirmasi. Sehingga persentase transmisi lokal menunjukkan angka 52,94% (turun 0,05%). Pihaknya kembali mewanti-wanti masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan. Peningkatan kasus akibat transmisi lokal ini tidak bisa dipandang sepele, melainkan memerlukan upaya disiplin dan sungguh-sugguh masyarakat. "Diperlukan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi semua elemen masyarakat dalam memutus mata rantai COVID-19. Semua daerah di Bali dan luar Bali sudah terpapar COVID-19, mari bersama sama kurangi perjalanan atau aktivitas di luar rumah dan kontak langsung dengan orang lain, karena kita tidak mengetahui siapa yang membawa virus atau tidak, untuk itulah diperlukan kesadaran, kejujuran dan disipilin yang tinggi semua pihak," kata Dewa Rai mengingatkan.
Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan bahwa kasus COVID-19 di Kota Denpasar belakangan ini cenderung meningkat. Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim Gugus Tugas COVID-19 bersama Desa/Lurah masih menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu tetap meningkatkan kewaspadaan. Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus COVID-19 di Kota Denpasar 66 dinyatakan sembuh, 2 (dua) orang meninggal dunia, dan 50 orang masih dalam perawatan. Itu berarti tak terdapat catatan kematian maupun kepulihan baru pada hari ini. Hasil tracking tim gugus tugas di Kota Denpasar secara kumulatif terdapat status Orang Tanpa Gejala (OTG) 738 kasus, namun 360 dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri, sehingga tersisa 378 OTG. Hari ini terdapat 17 penambahan OTG. Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 299 kasus (tak ada penambahan), namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 264, sehingga masih tersisa 35 ODP. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 83 kasus (terdapat penambahan 1 pasien), namun 29 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 54 yang berstatus PDP. Secara keselurahan, tingkat fatalitas di Denpasar menjadi1,68% (turun 0,03%). Sebagai pembanding tingkat fatalitas di Bali turun 0,06% menjadi 1,08%. Lain hal dengan di Indonesia yang nilai fatalitasnya 5,90% naik 0,01%. Berbanding terbalik dengan tingkat fatalitas di dunia yang menyusut sebanyak 0,06% menjadi 5,80%.
Berdasarkan hasil pemantauan tim Madyapadma online pada Sabtu(6/6), arus lalu lintas yang ramai kembali terlihat di Jl Nusa Indah dan Jl Tukad Musi. Bahkan keramaian arus di Jl Nusa Indah tampak seperti sebelum PKM diterapkan, meskipun masih tidak dijumpai adanya penumpukan kendaraan. Masih di kawasan Sumerta, Jl Kembang Matahari hari ini terpantau cukup ramai. Sementara itu, kondisi seputaran Bypass Ngurah Rai terbilang cukup lenggang. Begitu pula di Jl Kejanti, Jl Gandapura, Jl Noja Dukuh, dan Jl Patih Nambi. Beberapa gerai di Patih Nambi pun, masih tetap dibuka. Kendati demikian, hal ini tidak menyulut terjadinya kerumunan (Tim Madyapadma).

