Kelulusan Siswa Menengah Pertama (SMP) telah di depan mata. Namun, keadaan masih tak tunjukkan tanda-tanda persahabatan. Di tengah pandemi COVID-19 akankah kelulusan jadi tetap berkesan?
Waktu terasa berjalan begitu cepat. Tak terasa esok hari Siswa Menengah Pertama (SMP) akan berhadapan dengan hari kelulusan. Kendati sayang, kali ini tak ada lagi pelukan, kata perpisahan atau tangisan haru harus siap berpisah dengan kawan. COVID-19 yang masih berkeliaran membuat sekolah tak bisa melawan aturan. Meski begitu, I Wayan Murdana S.Pd., M.Psi (57) selaku kepala sekolah SMPN 3 Denpasar mengaku telah mempersiapkan kelulusan dengan sebaik mungkin sejak april lalu. “Untuk persiapan kelulusan, kami sudah mengadakan rapat pelulusan yang dihadiri oleh 15 orang perwakilan guru, staff, dan wali kelas. Berdasarkan itu seluruh siswa kelas 9 dinyatakan lulus,” kata Murdana. 309 anak didiknya dinyatakan lulus namun tak akan ada acara perpisahan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Berhubung pandemi ini, tidak diadakan acara perpisahan seperti biasanya. Siswa hanya melihat hasil kelulusannya melalui web,” sesal Murdana.
Berbeda dengan Murdana, kepala sekolah SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, MM, M.Si (70) menyiapkan alternatf lain agar kelulusan di tengah pandemic COVID-19 ini dapat lebih berkesan. Kelulusan 337 siswa SMP PGRI 3 Denpasar akan memanfaatkan fitur streaming di youtube. “Caranya kita tetap mengumumkan pelulusan kemudian kita juga tampilkan video mereka seperti kesan dan pesan mereka serta video kegiatan di sekolah,” ujar Suada. Sebelumnya, Suada juga telah melaksanakan rapat dewan guru untuk menentukan kelulusan anak didiknya. “Semoga ilmu yang didapat dapat berguna, pengalaman yang dikenang dapat bermanfaat, dan menjadi anak yang suputra untuk semuanya,” ungkap Suada menaruh harapan besar kepada murid-muridnya.
Walaupun demikian, perasaan sedih pelajar akibat tak bisa ucapkan salam perpisahan memang tak dapat ditampik. Selaras dengan apa yang diungkapkan I Made Evan Freddiana Putra (15) pelajar asal SMPN 3 Denpasar. Meski merasa senang akan kelulusannya, namun "Berharap bisa berkumpul sama teman-teman, mengabadikan momen bersama dan melakukan party kecil-kecilan. Intinya yang saya harapkan adalah kelulusan yang tidak bisa saya lupakan hingga saya besar nanti," aku Evan. Evan juga awalnya berencana akan memanggang bersama temannya tetapi apadaya badai pandemi mematahkan niatnya itu. Cahyani Krishna Dewi (15) pun merasa sedikit kecewa. “Bangga udah bisa menyelesaikan pendidikan jenjang ini tapi agak kecewa dengan adanya COVID-19 nggak bisa kumpul bareng pas kelulusan,” ucap Cahyani siswa asal SMPN 10 Denpasar. Akan tetapi, Cahyani sadar pilihan terbaik untuk saat ini memang dengan tetap diam di rumah. “Jadi virtual aja deh ngobrol-ngobrolnya,” gurau Cahyani.
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online pada Kamis (04/06), menunjukkan bila arus beberapa ruas jalan di Kota Denpasar cukup lenggang. Hal tersebut, terlihat di Jl Jayasakti, Jl Pacar, Jl Siulan, dan Jl Kecubung. Kendati begitu, beberapa gerai di sekitaran Jl SMA 3 masih tampak beroperasi, membuat arus jalan hari ini cukup ramai. Satu dua warga setempat pun terlihat tak juga memakai masker. Sementara itu, di Jl Drupadi arusnya kembali cukup ramai dibandingan dengan hari kemarin. Begitu juga dengan kondisi di Jl WR Supratman yang terpantau masih dipadati kendaraan.
penulis: kar/dyt
reporter: Tim Madyapadma
fotografer: rgj

