Sekitar tiga bulan telah berlalu, semenjak interaksi dunia pendidikan dijalin secara digital. Selama itu pula, pelaksanaan pembelajaran daring berhasil menuai sejumlah kritikan dari berbagai kalangan. Lantas seiring waktu berdetik, tak sadar tahun ajaran baru pun telah menanti.
Tanggal 13 Juli 2020 mendatang, telat ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, sebagai gerbang berlanjutnya tahun ajaran baru 2020/2021. Memang, kalender pendidikan tak dapat dibekukan oleh pandemi COVID-19, hanya saja metode pembelajaran daring atau non daring, masih menjadi pertimbangan pemerintah bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Walau belum meluncurkan keputusan, beberapa sekolah di Denpasar, telah mempersiapkan gerbang sekolah di tengah pandemi.
Dr. I Made Suada, MM, M.Si (70) selaku kepala sekolah SMP PGRI 3 Denpasar menjelaskan akan terdapat 3 skema yang akan diterapkan. "Skema 1, dari awal tahun ajaran (Juli) sampai ditemukannya vaksin kita akan menerapkan pembelajaran daring menggunakan zoom," jelas Made Suada. Selanjutnya pada skema dua, setelah kondisi terasa aman dan kondusif. Maka pembelajaran secara langsung akan diterapkan dengan mengingat protokol kesehatan secara ketat. Tiap harinya hanya akan terdapat satu angkatan yang menuntut ilmu dengan langsung datang ke sekolah. Selain itu, pengikisan mata pelajaran dalam satu hari juga diterapkan, menjadi enam mata pelajaran dalam sehari. Selama istirahat pula siswa tidak diperkenankan berpindah dari tempat duduk dan diwajibkan membawa bekal dari rumah. Terakhir, apabila tak terdapat kasus positif selama 6-12 bulan maka pembelajaran akan kembali normal seperti sebelum pandemi (skema tiga). Berbeda dengan Drs. Ida Bagus Sudirga, M. Pd. H yang akan menanti dan mengikuti kebijakan dari Disdikpora Provinsi Bali. Selain itu, dirinya pula akan mempercayakan dan mengandalkan kinerja guru-guru. “Tergantung kreatifitas guru masing-masing nantinya. Masih menunggu dan mengikuti kebijakan, kondisi seperti ini harus hati-hati,” ucap Ida Bagus Sudirga.
Menjawab tantangan mengajar dalam pandemi ini pun, Ade Maya Amyana,S.Pd.,M.Pd (40), salah satu guru di SMAN 3 Denpasar, telah menyusun metode pembelajaran baik daring maupun non daring. “Langkah pertama yang disiapkan adalah menyiapkan bahan ajar daring untuk siswa, Mengecek aktivitas siswa di kelas yang dibina dengan melakukan komunikasi online melalui aplikasi yang dimiliki siswa,” ungkap Ade Maya membagikan rencananya jika pembelajaran dilaksanakan lewat daring. Ade Maya juga berencana membuat kuis permainan online dengan tetap mengindahkan materi pelajaran. Sementara jika nantinya diputuskan pembelajaran akan dilaksanakan secara langsung, Ade Maya pun telah siap. Guru yang telah mengajar di SMAN 3 Denpasar selama 2 tahun itu berencana akan "Membangun semangat siswa dengan metode merdeka belajar artinya proses belajar tidak harus di kelas saja tapi bisa mengunjungi tempat bersejarah, atau halaman terbuka agar bisa melaksanakan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar," jelas Ade Maya. Dengan metode itu, Ade Maya berharap siswanya akan dapat beradaptasi setelah 3 bulan berdiam diri di rumah serta dapat membuat siswanya lebih termotivasi untuk belajar.
Sehubungan dengan tahun ajaran baru mendatang, I GN. Agung Gede Bramasta Ktana (17) salah satu siswa asal SMAN 8 Denpasar berharap begitu banyak dapat menimba ilmu secara langsung. "Metode yang saya harapkan dalam tahun ajaran baru mendatang adalah non-daring. Karena selain belajar secara akademik, kita juga belajar bersosialisasi dengan sesama," aku Bramasta. I Nyoman Danendra Priambada (17) seorang siswa asal SMAN 3 Denpasar juga miliki harapan yang serupa dengan Bramasta. "Bagi saya metode pembelajaran melalui daring terasa kurang efektif dan terkesan hanya formalitas lembaga pendidikan. Selain itu, siswa juga perlu beradaptasi dengan kebijakan "normal baru" yang telah diwacanakan oleh pemerintah. Agar nantinya pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal dan tetap dalam standar protokol kesehatan yang sudah sudah," terang Danendra. Kendati begitu, Danendra tak ingin egois. "Saya yakin pemerintah juga perlu proses untuk mengevaluasi lebih lanjut tentang kebijakan new normal di berbagai sektor dan saya harap itu bisa menjadi kebijakan yang logis dan tepat untuk diterapkan khususnya di bidang pendidikan," papar laki-laki yang menjabat sebagai Wakil Ketua Osis di SMAN 3 Denpasar ini. Walau rasa khawatir kerap kali menyelimuti benak Danendra, namun "Bukan berarti saya menjadi pasrah begitu saja. Membentengi diri dengan memperbanyak edukasi tentang cara pencegahan penularan covid-19 lah yang menjadi solusi saya hingga saat ini, dan jangan lupa untuk berdoa kepada-Nya selalu," tutup Danendra.
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online, pada Rabu (03/06), Jl WR Supratman masih menunjukkan kondisi arus yang padat. Meskipun pengendara yang berlalu lalang terlihat telah mengenankan masker. Serupa dengan Jl Ratna yang tampak ramai seperti sebelum PKM diterapkan. Sementara itu, Jl Bypass Ngurah Rai terpantau masih cukup sepi seperti kemarin, begitu juga Jl Cekomaria, Jl Pucuk 1, dan Jl Turi. Di Jl Dukuh pun hari ini terlihat lenggang, hanya beberapa pekerja gudang air mineral yang masih beraktivitas di tengah kesunyian. Di sisi lain, Jl Drupadi yang biasanya dipadati kendaraan, kini arusnya tampak cukup lenggang.

