New normal kini jadi sorotan. Topiknya dibahas di tiap kesempatan. Dalam dunia pendidikan, rencana new normal juga turut jadi bahan perbincangan.
Badai COVID-19 tak kunjung tunjukkan titik akhir. Grafik di setiap wilayah terus bergerak tak stabil seiring bergulirnya waktu. Lantas pemerintah pun mencetuskan kebijakan untuk segera berdamai dengan COVID-19. Untuk berani memulai hidup berdampingan dengan penyakit ini. Strategi ini pun dikenal dengan nama new normal. Dunia pendidikan Indonesia lantas digadang-gadang akan menyecap new normal. Kendati begitu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim Madyapadma online Selasa (02/06) pada 100 siswa di Kota Denpasar, menyatakan bila 55% remaja masih merasa ragu langkah new normal dapat menjadi pilihan yang tepat. Di sisi lain 27% lainnya begitu yakin tindakan ini tidak tepat dilakukan manakala COVID-19 masih menghantui. "Menurut ku new normal belum tepat diterapkan sekarang karena grafik COVID-19 saja masih belum stabil," kata Ida Bagus Nakha Arjun Janitra (17) selaku ketua osis SMAN 3 Denpasar. Sementara 18% responden telah menaruh kepercayaan pada usulan new normal di dunia pendidikan nantinya.
Selaras dengan apa yang dikatakan Nakha Arjun, grafik COVID-19 nyatanya memang masih belum stabil. Melihat hal itu, 48% responden merasa dunia pendidikan tidak siap untuk menempuh jalan new normal. Di sisi lain, 41% siswa masih ragu apakah dunia pendidikan siap menerapkan new normal. Berbeda dengan 11% responden yang merasa sekolah telah siap dibuka dengan menjalankan new normal.
Ditambah lagi untuk menerapkan new normal, warga sekolah hendaknya memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk mengikuti protokol kesehatan. Pernyataan tersebut tentunya berbanding terbalik dengan hasil polling yang menunjukkan bahwa 41% responden merasa kedisiplinan warga sekolah masih kurang. Begitu pula dengan apa yang diungkapkan oleh Drs. Ida Bagus Sudirga, M. Pd. H selaku kepala sekolah SMAN 3 Denpasar. Menurutnya, “Akan sulit membendung siswa agar tidak bergerumul atau pun berkelompok,” aku Sudirga. Sisanya, sebanyak 21% yakin bahwa nantinya warga sekolah dapat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Hasil polling lainnya menunjukkan 38% responden masih meragukan kedisiplinan warga sekolah apabila new normal ini resmi diterapkan.
Timbulnya rasa keraguan ini boleh jadi didasari atas kegelisahan terhadap peluang penyebaran COVID-19 yang masih ternganga lebar. Terbukti dengan adanya 84% siswa Denpasar yang merasa cemas jika nantinya new normal diresmikan di tengah grafik COVID-19 yang fluktuatif. "Khawatir ya pasti karena peluang orang tertular akan semakin besar," aku Made Raditya Arhya Putra (16), ketua OSIS SMAN 5 Denpasar. Raditya Arhya juga menambahkan, meski dirinya mengaku khawatir Raditya Arhya percaya bahwa pemerintah pasti sudah memikirkan cara agar rantai penyebaran virus dapat diminimalisir. 8% responden merasa tak khawatir akan rantai penyebaran COVID-19 yang mungkin akan meluas apabila new normal diterapkan dalam dunia pendidikan. Sementara terdapat pula responden yang ragu-ragu dengan jumlah persentase yang sama yakni 8%.
Apalagi tak terdapat jaminan bahwa kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan optimal. Sesuai hasil polling yang dilakukan, 46% responden merasa pembelajaran tidak akan berlangsung dengan optimal. Hanya terdapat 12% responden yang yakin betul jika kegiatan menimba ilmu di sekolah akan bisa berjalan dengan lancar. Di samping 42% responden ragu akankah pembelajaran yang didapatkannya nanti dapat diserap dengan baik atau tidak.
Berdasarkan pemantaun tim Madyapadma online pada Selasa (02/06), beberapa ruas jalan di Kota Denpasar masih tergolong ramai. Kondisi tersebut terpantau di Jl WR Supratman yang arusnya dipadati kendaraan dan beberapa pedagang makanan juga tampak berjualan. Sama halnya dengan situasi terkini di Jl Gatot Subroto yang keramaiannya seperti sebelum PKM diterapkan. Jl Gandapura pun hari ini cukup dipadati kendaraan dibanding hari kemarin. Sementara itu, Jl SMA 3, Jl Noja, Jl Siulan, Jl Tukad Yeh Aya, Jl Kembang Matahari, Jl Bypass Ngurah Rai, dan Jl Soka hari ini terlihat cukup lenggang.
penulis: kar/dyt
reportem: Tim Madyapadma

