Penyebaran COVID-19 di Indonesia kian merebak. Apabila kemarin menambah 500 lebih pasien, hari ini Indonesia mengkonfirmasi adanya tambahan 700 kasus dalam sehari. Tanjakan kasus harian ini pun tak berimbang dengan data kepulihan yang jauh tertinggal. Di sisi lain bagaimana dengan perkembangan COVID-19 di dunia, Bali, dan Denpasar?
Entah karena COVID-19 yang kian mengganas atau masyarakat yang enggan ikuti protokol kesehatan, yang jelas jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia melejit begitu tinggi. Sesuai data pantauan tim Masyapadma online pada Minggu (31/05) pukul 13.00 jumlah pasien positif di Indonesia bertambah sebanyak 700 pasien menjadi 26.473 pasien. Mirisnya lagi, jumlah penambahan pasien positif ini jauh di atas dari catatan harian kepulihan. Berbeda dengan hari kemarin yang dapat mengimbangi kasus tambahan positif COVID-19. Hari ini hanya terdapat tambahan 293 orang yang telah pulih (total 7.308 orang). Kondisi ini diperparah lagi, dengan jumlah kematian di Indonesia yang kini sebanyak 1.613 orang (ada tambahan 40 orang).
Seperti yang terjadi di Indonesia, jumlah antara pasien yang telah sembuh dan penambahan pasien positif COVID-19 di Bali pun tak selaras. Kali ini hanya tercatat satu pasien yang pulih dari total 329 orang yang telah sembuh. Sementara, terdapat penambahan 10 pasien positif (465 orang). Dimana, 204 pasien positif tersebut berasal dari kasus transmisi lokal (ada tambahan empat orang). Alhasil, meski menngalami penyusutan sebanyak 0,09% total persentase transmisi lokal masih menunjukkan angka yang cukup tinggi yakni 43,87%. Kabar baiknya, lagi-lagi kali ini tak terdapat satu pasien pun yang menghembuskan napas terakhir (tetap empat).
Kondisi yang serupa terjadi pula di Kota Denpasar. Meski kasus kematian tak bertambah satu orang pun namun masih saja ada orang-orang yang baru didiagnosa terjangkit COVID-19. Hari ini, di Denpasar terdapat penambahan 3 kasus transmisi lokal dari 3 pasien positif yang baru terjangkit. Dengan begitu total pasien yang terjangkit COVID-19 menjadi 90 orang dengan 39 kasus transmisi lokal. Persentase tranmisi lokal di Denpasar menunjukkan angka 43,33% (naik 1,95%). Jumlah pasien yang telah pulih juga tak menunjukkan adanya penambahan (tetap 62 orang). Artinya masyarakat Denpasar hendaknya lebih mawas diri dan terus ikuti protokol kesehatan. Daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) hari ini tercatat tak mengalami penambahan tetap 299 orang. Berbanding terbalik dengan daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang bertambah sejumlah 1 (satu) orang menjadi 74 orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) ikut bertambah sebanyak 21 orang menjadi 602.
Data dunia pada hari ini menunjukkan terdapat 6.176.486 pasien positif COVID-19. Beruntungnya terdapat 2.745.011 orang yang dinyatakan telah pulih. Tingkat fatalitas di dunia pun turun sebanyak 0,06% dari total persentase 6,01%. Selaras dengan tingkat fatalitas di Denpasar, Bali, dan Indonesia yang turut mengalami penyusutan. Tingkat fatalitas di Denpasar menunjukkan angka sebesar 2,22% (turun 0,08%). Sebagai pembanding tingkat fatalitas di Bali sebanyak 0,86% (turun 0,02%) dan tingkat fatalitas di Indonesia 6,09% (turun 0,01%).
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online pada Minggu (31/05), kondisi di beberapa ruas jalan seputaran Kota Denpasar terpantau cukup lenggang. Seperti di Jl Wijaya Kusuma, Jl SMA 3, Jl Menuri 1, dan Jl Akasia. Sementara itu, beberapa ruas jalan lainnya masih menunjukkan arus yang cukup padat, macam semasa PKM belum diterapkan. Situasi tersebut tercermin di Jl Bypass Ngurah Rai serta Jl Ahmad Yani Utara, banyak terlihat truk-truk berukuran besar yang berlalu lalang (Tim Madyapadma).

