Sebuah pasar tidak akan disebut pasar tanpa adanya interaksi. Obrolan tawar menawar antara pedagang dan pembeli ialah napas sebuah pasar. Begitu juga dengan perputaran uang dari tangan ke tangan. Sayangnya, justru interaksi dekat yang jadi napas pasar inilah, mesti dihindari kala dunia masih menyandang status pandemi COVID-19.
Kendati demikian, pasar-pasar di Denpasar tetap berdetak. Walau harus bernapas tak sebebas dahulu. Seperti yang terjadi di Pasar Kerta, Biaung, Denpasar pada Sabtu (30/05). Para pedagang terlihat tetap membuka lapaknya masing-masing. Warga setempat pun terus berdatangan, mencari kebutuhan hidup sehari-hari. Aktivitas pasar tampak berjalan seperti umumnya. Hanya saja, kini Pasar Kerta dijaga dan diawasi oleh para petugas penanganan COVID-19. Satu per satu warga yang memasuki area dalam pasar, kondisi suhu tubuhnya dicek terlebih dahulu oleh petugas. Tak hanya berjaga di gerbang, di beberapa sudut area dalam Pasar Kerta juga diawasi oleh petugas berkostum orange tersebut. Para pedagang pangan dan sandang pula tampak disiplin, berniaga selama pandemi dengan mengenakan masker. Walau tak terlihat adanya kerumunan, jarak yang terlalu dekat antara pedagang maupun pembeli, mesti diwaspadai mengingat peluang terjangkit COVID-19 masih menghantui (gd/Tim Madyapadma).

