Selama pandemi COVID-19, tubuh manusia dituntut untuk memiliki daya tahan yang kuat. Olahraga pun jadi salah satu solusinya. Lantas, amankah bila olahraga justru dilakukan dengan berkeliaran di luar rumah?
Berbicara mengenai menjaga kebugaran tubuh, berolahraga jadi pilihan masyarakat luas. Kala masa pandemi ini, olahraga jadi kian digandrungi banyak orang, terutama bagi para remaja. Kadek Winda Tresna Wulandari (14) membagikan alasannya rajin berolahraga "Manfaatnya badan menjadi lebih fit dan lebih sehat," kata Winda. Di tengah pandemi, Winda lebih memilih olahraga yang dapat dilakukan di rumah.
Di sisi lain, I Made Dwi Arsana (21) memilih untuk tetap berolahraga di seputaran Renon. Hobinya dalam bersepeda, tak dapat diputus meski dihadang pandemi sekalipun. Dirinya mengaku, dapat bersepeda sebanyak 3 kali dalam seminggu. Hal tersebut Dwi Arsana rutin lakukan dengan alasan, "Menjaga agar badan tetap sehat dan fit selalu, sehingga badan tidak mudah terserang virus," ungkap Dwi Arsana. Laki-laki asal Gianyar ini tentu sadar keputusan yang diambilnya, dapat menjerumuskannya ke situasi yang buruk. "Takut, tapi selalu gunakan masker selama beraktivitas di luar rumah," aku Dwi Arsana. Tak hanya masker, Dwi Arsana juga mengaku selalu mengantongi handsanitizer tiap dirinya bersepeda.
Seperti Dwi Arsana, I Putu Andika Mulia Artawan juga acap kali memikirkan keputusannya untuk berolahraga di luar rumah. "Sedikit waswas, tetapi tetap tenang bila mengikuti anjuran yg diberikan pemerintah," ucap Andika. Andika memilih untuk mengisi waktu luangnya untuk melakukan cardio 20 menit sehari, bersepeda, dan lari di sekitaran tempat tinggalnya. "Tujuannya ingin memperkuat sistem kekebalan tubuh dan juga membentuk badan," jelas Andika. Andika juga mengaku kegiatan yang tengah ditekuninya ini telah berlangsung sebelum pandemi COVID-19 melanda.
Namum menurut dr. I Made Ari Wijaya (55) alangkah baiknya apabila olahraga dilakukan di dalam rumah sehingga kemungkinan tertular COVID-19 menjadi lebih kecil. Untuk itu, Ari Wijaya memberikan rekomendasi olahraga yang dapat dilakukan di rumah. “Olahraga yang dianjurkan itu seperti senam aerobic, yoga, treadmill, serta sepeda statis,” terang Ari Wijaya. Tak lupa, Ari Wijaya. mengingatkan agar masyarakat yang gemar berolahraga di luar rumah senantiasa memperhatikan protokol kesehatan. “Selalu cuci tangan, selalu gunakan masker, jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain,” saran Ari Wijaya.
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online, Kamis (28/05), arus di beberapa ruas jalan Kota Denparar, tampaknya masih belum mereda. Walau kawasan Gatsu Timur terlihat cukup lenggang, namun menuju Gatsu Barat arusnya justru semakin ramai. Keramaian ini mengingatkan pada lalu lintas Denpasar semasa PKM belum ditetapkan. Seperti di Jl Katrangan, Jl Veteran, Jl Patimura, Jl Kepundung, Jl Durian, Jl Sulatri, Jl Arjuna, Jl Sumatera, Jl Hasanudin, Jl Diponegoro, Jl Surapati, Jl WR Supratman, Jl Kenyeri, dan Jl Nangka Utara. Arus yang cukup padat juga ditemui di Jl Sokasati, Jl Ratna, Jl Udayana, Jl Melati, Jl Yudistira, Jl Gatot Kaca, Jl Suli, Jl Padma, Jl Beliton, dan Jl Kenyeri. Serupa pula di Jl Nangka Selatan, petugas kebersihan yang berbalut seragam hijau pun tampak masih setia menjaga kebersihan jalan. Sementara itu, kondisi arus yang cukup lenggang dijumpai di Jl Plawa, Jl Meduri, Jl Nusa Indah, Jl Subita, Jl Kedondong, Jl Narakusuma, Jl Waribang, Jl Soka, Jl SMA 3, Jl Nuansa Indah, dan Jl Turi.
penulis: kar/dyt/dis
reporter: iwaw/Tim Madyapadma
fotografer: dp

