Waktu terus bergulir dan pandemi COVID-19 seakan tak berakhir. Senin (25/05) pasien positif COVID-19 di Denpasar bertambah sebanyak 1 (satu) orang dan lagi-lagi termasuk transmisi lokal. Terasa getir, namun harus dihadapi dan diwaspadai. Lantas bagaimana dengan kondisi COVID-19 terkini di dunia, Indonesia, dan Bali?
Jumlah pasien yang terjangkit COVID-19 masih terus merayap tinggi. Hasil kalkulasi data Tim Madyapadma online Senin (25/05) pukul 13.00 WITA menunjukkan terdapat 5.502.610 pasien positif di dunia. Meski begitu, jumlah pasien yang dinyatakan pulih turut melambung tinggi menembus jumlah 2.303.369 orang. Tingkat fatalitasnya menunjukkan penyusutan 0,06% dari total persentase 6,30%.
Tak jauh berbeda dengan Indonesia yang hari ini mendapatkan 479 tambahan pasien positif COVID-19. Sehingga, total masyarakat yang menderita COVID-19 menjadi 22.750 orang. Jumlah kematiannya menginjak angka 1.391 orang (terdapat tambahan 19 orang). Kendati begitu, jumlah pasien yang telah dinyatakan pulih dari penyakit ini bertambah menjadi 5.642 orang dengan peningkatan 240 orang. Dengan tingkat fatalitasnya 6,11%. Itu berarti terdapat penyusutan sebanyak 0,05%.
Sama seperti Indonesia, di Bali tingkat fatalitasnya pun menurun sebanyak 0,01% dari total persentase 1,01%. Hari ini terdapat tambahan 2 (dua) orang dari total 396 masyarakat di Bali yang didiagnosa mengidap COVID-19. Selaras dengan penambahan pasien positif COVID-19, jumlah pasien yang berhasil sembuh juga bertambah sebanyak 2 (dua) orang. Itu berarti sudah terdapat 295 pasien yang sembuh. Satu diantara pasien positif COVID-19 merupakan kasus transmisi lokal (total 167 orang). Dengan begitu, transmisi lokal di Bali mengalami peningkatan 0,04% dari total persentase 42,17%. Bali kembali tidak mencatat adanya penambahan kasus kematian. Jumlahnya masih tetap sebanyak 4 orang.
Sementara itu, Kota Denpasar mendapatkan kabar adanya penambahan 1 (satu) pasien positif COVID-19 (total 78 orang) yang juga merupakan kasus transmisi lokal. Kasus transmisi lokal pun berambah menjadi 30 kasus, dengan tingkat persentase sebanyak 38,46% (naik 0,80%). Kota Denpasar tak memiliki penambahan kasus kematian. Masih sama, jumlah pasien yang meregang nyawa tetap di angka 2 orang. Pasien yang telah pulih dari COVID-19 masih berjumlah 56 orang (tidak ada penambahan). Lain halnya dengan tingkat fatalitas di Denpasar yang turun sebanyak 0,04% dari total persentase 2,56%. Selain itu, Orang Dalam Pengawasan (ODP) terdeteksi sebanyak 307 orang, tambahan 4 orang. Begitu pula dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdeteksi sebanyak62 orang, dengan tambahan 3 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) terdeteksi sebanyak 435 orang, tidak terdapat penambahan.
Terkait kenaikan persentase transmisi lokal di Denpasar, dr.I Gusti Agung Gede Mahendra Wijaya (49) memberikan pendapatnya "Penyebaran penyakit ini sudah memprihatinkan". dr. Mahendra juga menyampaikan bahwa untuk mencegah penyebaran virus ini masyarakat harus menghundari keramaian, selalu menggunakan APD (Alat Perlindungan Diri) seperti masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, tidak keluar rumah bila tidak penting, makan makanan bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup (Tim Madyapadma).

