Pandemi COVID-19 boleh jadi melenyapkan percikan kembang api di malam takbiran. Atau pula cahaya obor yang menari-nari bersama alunan musik yang dikumandangkan. Tetapi, pandemi ini tak akan dapat memutus ikatan antar sanak saudara. Tetap terjalin erat bak ulatan ketupat.
COVID-19 memang berdampak pada banyak hal. Seperti lebaran kali ini, tidak ada salam-salaman, melancong ke kampung halaman, maupun sholat berjamaah. “Pelaksanaan sholat ied tidak bisa dilakukan di lapangan atau masjid. Jadi kali ini sholat dilakukan mandiri di rumah bersama anggota keluarga,” kata Audry Haniyah Destiana (17). Gadis asal Madura itu mengaku bahwa dirinya merindukan momen berkumpul bersama keluarga besarnya.
Begitu pula yang dirasakan oleh Sicka Alifvia Putri (17). Dirinya mengakui rasa rindu akan memori di kampung halaman. “Kangen banget, terus kalau di Jawa itu setiap malam Lebaran selalu ada takbir keliling kampung sambil bawa obor. Terus ada musik-musik takbir sama kembang api, kangen banget!” Ungkap Sicka antusias meluapkan rasa rindunya. Sicka mengaku bahwa ia sebetulnya ingin pergi ke kampung halamannya di Tulungagung. Namun, mengingat kondisi yang dapat mengancam kesehatannya dan keluarga, langsung saja Sicka mengurungkan niatnya.
Berbeda dengan R. Reyhan Raditya Utama (17), tak terlintas di pikirannya untuk pulang ke daerah asalnya selama pandemi ini. “Kami (Reyhan dan keluarga –red) ingin mematuhi segala arahan dari pemerintah,” aku Reyhan. Kendati mudik dihalangi COVID-19, silahturahmi tetap terjalin berkat kecanggihan teknologi masa kini. Seperti yang dilakukan Reyhan bersama keluarganya, “Melalui komunikasi daring atau media sosial. Seperti video call,” ucap Reyhan.
Tak jauh berbeda dengan Reyhan, di lebaran kali ini Salsabila Surya Sadariah juga mengandalkan teknologi. Keluarganya menciptakan suasana baru pada Idul Fitri kali ini. Salsabila membagikan kisahnya bahwa ia dan keluarga “Tetap menggunakan pakaian terbaik kami ketika lebaran meskipun hanya di rumah. Bahkan tiap 15 menit sekali handphone kami berdering, menyapa keluarga kami yang ada di mana - mana. Membuat kue lebaran seolah kami memiliki tamu. Tapi tak apa, meskipun begitu kami tetap bahagia,” papar Salsabila.
Berdasarkan pemantauan tim Madyapadma online, pada Senin (25/05), beberapa ruas jalan di Kota Denpasar tampak lenggang. Hal itu terlihat di Jl Jayagiri, Jl Kerta Dalem Sari IV, Jl Kecubung, Jl SMA 3, dan sekitaran Perumahan Yani Permai daerah Denpasar Utara. Sementara di Jl Hayam Wuruk, hari ini pula tampak sepi, beberapa gerai memilih untuk menutup usahanya, namun warga yang masih beraktivitas di luar rumah telah terlihat menggunakan masker. Di Jl Wr Supratman hari ini tampak lebih ramai dibanding hari-hari kemarin, arusnya semakin dipadati kendaraan ketika sinar matahari kian terik.
penulis: kar/dyt/dis
reporter: Tim Madyapadma
fotografer: mdr

