Bagai tak kenal lelah, Denpasar kembali berhadapan dengan kasus transmisi lokal. Sabtu (23/05) tercatat ada seorang pasien positif COVID-19 yang juga merupakan kasus transmisi lokal. Lantas bagaimana dengan data perkembangan COVID-19 lainnya?
Hasil kalkulasi data penyebaran COVID-19 oleh tim Madyapadma online pada Sabtu (23/05) pukul 13.00 WITA menunjukkan jika tingkat fatalitas di dunia menyusut sebanyak 0,05% dari total persentase 6,39%. Sementara, hari ini tercatat terdapat 5.323.657 orang, 2.171.626 pasien yang telah dinyatakan pulih.
Tak jauh berbeda dengan data di Indonesia yang menunjukkan bila tingkat fatalitas menurun sebanyak 0,18% menjadi 6,21%. Pasien positif COVID-19 bertambah sebanyak 949 orang, dari total 21.745 kasus. Namun, jumlah pasien yang telah sembuh tidak selaras jumlahnya dengan penambahan pasien positif COVID-19. Hari ini daftar pasien yang berhasil sembuh dari COVID-19 bertambah sebanyak 192 orang dari total 5.249 orang. Sementara total nyawa yang telah terenggut sebanyak 1.351 orang (tambahan 25 orang).
Hasil perkembangan data COVID-19 di Bali menunjukkan persentase transmisi lokal yang kian bikin meringis. Dari 8 (delapan) orang tambahan pasien positif, 7 (tujuh) diantaranya merupakan transmisi lokal. Itu berarti terdapat 388 pasien positif serta 162 orang transmisi lokal. Kini, persentase transmisi lokal di Bali berjumlah 41,75% (naik 0,96%). Beruntungnya hari ini ada 3 (tiga) orang yang telah dinyatakan sembuh, jumlah pasien yang pulih pun bertambah menjadi 287 orang. Hari ini tidak ada pasien COVID-19 yang menghembuskan napas terakhirnya (tetap 4 orang). Dengan tingkat fatalitas sebesar 1,03% (turun 0,02%).
Di Kota Denpasar, terdapat tambahan 1 (satu) kasus pasien positif COVID-19 yang juga merupakan seorang transmisi lokal. Dengan begitu jumlah pasien positif menjadi 77 orang dan terdapat 29 orang transmisi lokal dengan persentase transmisi lokal sebanyak 37,66% (naik 0,82%). Kendati begitu, hari ini terdapat 1(satu) pasien COVID-19 di Denpasar telah dinyatakan pulih dari total 54 orang. Kabar baik lainnya catatan kasus kematian tetap dengan jumlah 2 (dua) orang. Tingkat fatalitas Denpasar pun menurun sebesar 0,03% menjadi 2,60%. Hari ini Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah sebanyak 3 (tiga) orang, menjadi 443 orang. Berbeda dengan daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang hari ini tetap berjumlah 303 orang. Sama halnya dengan daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih berjumlah 56 orang.
Lagi-lagi kabar buruk menimpa Denpasar. Bagaimana tidak? Hari ini persentase transmisi lokal kembali meningkat sebanyak 0,82%. Terkait hal itu, dr. A.A. Ngr. Gd.Dharmayuda, M.Kes membagikan pandangannya "Hal ini merupakan masalah serius. Risiko masyarakat yang terpapar akan semakin tinggi. Pelonjakan kasus akan tinggi jika transmisi lokal semakin tinggi prosentasenya." Menindaklanjuti hal tersebut, menurut Dharmayudha masyarakat hendaknya lebih waspada serta mematuhi anjuran-anjuran yang ada. "Tetap diam di rumah, jika harus keluar rumah harus tetap jaga jarak dan pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun, hindari memegang area wajah, selalu menjaga daya tahan tubuh dengan selalu makan-makanan bergizi serta minum vitamin," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan ruas jalan Kota Denpasar, pada Sabtu (23/05), yang dilakukan oleh tim Madyapadma online, tampaknya arus Jl Bypass Ngurah Rai, Jl Wr Supratman, jalan sekitaran Lapangan Puputan lebih lenggang tinimbang hari kemarin. Sementara itu, Jl Gandapura terlihat masih sepi, begitu juga dengan Jl Noja, Jl DI Panjaitan, Jl Saelus, Jl Kembang Matahari, Jl Mahendradata, Jl Veteran, dan Jl Cok Tresna. Berbeda dengan Jl Patih Nambi, kawasan Denpasar Utara yang hari ini arusnya cukup dipadati sepeda motor. Meski gerai makanan cepat saji telah ditutup, namun terlihat tukang jamu keliling yang masih berjualan. Di Jl Trijata dan Jl Pulau Bungin terpantau hanya ada beberapa kendaraan yang lalu lalang, arusnya menyusut daripada biasanya. Serupa pula dengan kondisi sisi Barat Lapangan Renon, Jl Sudirman, Jl Sesetan, Jl Diponegoro, dan Jl Teuku Umar yang arusnya mereda sebagian dibandingkan hari biasanya. Di Jl Suli dan Jl Sari Gading, juga terlihat tak seramai dulu, namun beberapa toko masih beraktivitas. Berbeda dengan Jl Nangka yang kondisinya cukup ramai, tampak satu warung makan yang dipenuhi kendaraan beroda empat. Tepi Jl Patimura pun hari ini dipenuhi beberapa pedagang yang berjualan menggunakan mobil (Tim Madyapadma).

