Meski meningkat hanya sebesar 1,49%, namun apabila angka ini terus bertumbuh. Penanganan percepatan COVID-19 di Bali kedepannya bisa-bisa jatuh tersandung. Bagaimana informasi mengenai data penyebaran COVID-19? Berikut simak rangkuman data hasil kalkulasi tim Madyapadma online :
Pasien COVID-19 di dunia kian melambung tinggi. Hasil pantauan data tim Madyapadma online Rabu (20/05) pukul 13.00 menunjukkan 4.989.546 orang di dunia mengidap penyakit COVID-19. Jumlah korban COVID-19 yang telah meregang nyawa bertambah sebesar 324.974 orang. Meski begitu, jumlah pasien yang dinyatakan pulih turut meroket menembus jumlah 1.961.062 orang. Tingkat fatalitasnya pun kembali menunjukkan penurunan sejumlah 0,02%. Sehingga total tingkat fatalitas di dunia menjadi 6,51%.
Tak jauh berbeda dengan data di dunia, Indonesia masih menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien COVID-19. Hari ini terdapat tambahan 693 orang dari total 19.189 masyarakat di Indonesia yang meski bertarung secara langsung melawan virus ini. Walaupun jumlah masyarakat yang terjangkit COVID-19 meningkat, jumlah pasien yang berhasil sembuh pun kini menjadi 4.575 orang (tambahan 108 orang). Sayangnya lagi-lagi penyakit ini menelan 21 korban jiwa. Membuat kasus kematian yang tercatat akibat COVID-19 di Indonesia menjadi 1.242 orang. Dengan tingkat fatalitas 6,47%. Itu berarti terdapat penyusutan 0,13%.
Lain halnya dengan Bali yang kembali tidak mencatat adanya penambahan kasus kematian. Jumlahnya masih tetap yakni sebanyak 4 orang. Namun, di Bali masih terdapat tambahan jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 8 orang. Hal tersebut membuat jumlah pasien di Bali menjadi 371 orang. Jumlah pasien yang telah sembuh pun mengalami peningkatan menjadi 276 orang dengan tambahan 9 orang. Dengan begitu, tingkat fatalitas di Bali tergolong menurun sebanyak 0,01% dari total persentase 1,08%. Akan tetapi nasib buruk rupanya menimpa Bali, angka transmisi lokal bertambah 7 orang. Alhasil jumlah transmisi lokal menjadi 148 orang dengan presentase 39,89% (bertambah 1,05%).
Kota Denpasar tak memiliki penambahan kasus kematian. Masih sama, jumlah pasien yang meninggal menetap di angka 2 orang. Pasien positif di Denpasar terhitung menjadi 72 orang dikarenakan adanya tambahan seorang pasien. Selaras dengan, catatan transmisi lokal di Denpasar yang juga mengalami penambahan. Jumlah transmisi lokal di Denpasar adalah 24 orang (tambahan 1 orang). Pasien yang telah pulih dari COVID-19 masih berjumlah 53 orang (tidak ada penambahan). Persentase fatalitas di Denpasar masih menunjukkan angka yang sama yakni 2,82%. Selain itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) terdeteksi sebanyak 435 orang, tambahan 18 orang. Orang Dalam Pengawasan (ODP) terdeteksi sebanyak 303 orang, tidak mengalami penambahan. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdeteksi sebanyak 52 orang, dengan tambahan 5 orang.
Tanpa disadari persentase transmisi lokal di Denpasar telah menginjak angka 33,80%. Melihat kondisi tersebut Dr. dr. Dyah Kanya Wati, Sp.A(K). (49) membagikan pandangannya “Sumber infeksi terbesar yang ada di Denpasar ini berasal dari imported case, artinya orang orang yang masuk ke Denpasar menjadi potensi terbesar penularan virus di Denpasar,” jelas Dyah Kanya. Dyah Kanya juga menambahkan bila isolasi tidak diajukan sepenuhnya oleh pemerintah, maka “Isolasi mandiri di masyarakat harus dilakukan. Hal ini dilakukan selain penatalaksanaan umum seperti cuci tangan, masker, dan social distancing,” sarannya (Tim Madyapadma).

