“Udah dilarang tapi bengkung (tidak dapat diberitahu -red),” ungkap Dewa Putu Surya Winata (49) kala ditanyakan soal putranya yang masih acap kali bermain layang-layang selama status pandemi Covid-19 masih ditetapkan.
Surya Winata mencurahkan kegelisahannya melalui daring, Rabu pagi (20/5) pada tim Madyapadma online. “Anak saya masih sering keluar rumah, katanya bosan kalau diam di rumah terus,” tutur pria asal Negara itu. Dirinya mengaku, masih sering memergoki putranya hilang dari pengawasan alias kecolongan. Lantas didapati tengah bermain layang-layang bersama kawan-kawan sepantaran usianya. “Di carik (sawah -red) belakang mainnya. Sama temen-temennya, kira-kira ada lima orang,” jelasnya.
Meski rasa kekhawatirannya membuncah, nasihatnya tetap saja dilanggar buah hatinya untuk pergi keluar menghibur diri. "Tapi saya tetap sarankan pakai masker dan jaga jarak dengan orang lain," tambahnya. Sang anak, I Dewa Made Dwike Ahadi W (18) rupanya masih tak acuh akan bahayanya berkeliaran di luar rumah kala pandemi melanda. “Biasa aja. Keluar karena bosan di rumah,” aku Dwike Ahadi singkat.
Berbeda dengan Dwike Ahadi, Wahyu Aji Pratama (15) walau menyadari bahaya yang dapat menjumpainya. Remaja asal Denpasar itu tetap memilih untuk bersepeda di luar rumah. “Iya sadar bahayanya. Tetapi dengan menjaga jarak mungkin sedikit aman,” kata Wahyu Aji polos.
Menghabiskan waktu dengan duduk berdiam diri di rumah memang terasa membosankan. Terutama bagi para remaja yang biasanya menghabiskan waktu luangnya bersama kawan sepantaran. Di sinilah peran orang tua diperlukan. Seperti apa yang dilakukan Kadek Suryasih (38) selama pandemi ini. "Iya bisa menenangkannya dengan cara diajak bercanda dan bermain," ucapnya. Menjadi teman sementara untuk anak selama masa Covid-19, boleh jadi cara yang manjur untuk mengurangi rasa bosan. "Pengawasan selama Covid-19 sudah baik. Anak-anak juga selalu nurut," tutupnya.
Memasuki hari keenam pelaksanaan PKM Kota Denpasar, tampaknya beberapa ruas jalan yang sebelumnya sempat lenggang, kini arusnya kembali cukup dipadati kendaraan. Hal tersebut terlihat di Jl Bypass Ngurah Rai, Jl WR Supratman, Jl Hayam Wuruk, dan Jl Drupadi. Menurut hasil pemantauan tim Madyapadma online, Rabu (20/05), Jl Mayor Wisnu sekitaran Lapangan Puputan pun juga tampak cukup ramai. Dua pedagang sate di depan kawasan Pura Agung Jagadnatha, masih memilih tetap berjualan dengan bermodalkan masker. Sementara itu, di Jl Pucuk 1, Jl Cekomaria, Jl Turi, Jl Dukuh, Jl Patih Nambi, Jl Danau Beratan, Jl Gandapura, Jl SMA 3, Jl Ratna, dan Jl Pakis Haji terpantau tak berdenyut seperti hari-hari kemarin. Jl Waribang juga serupa, bahkan tak dijumpai lagi mobil-mobil pedagang yang kemarin terparkir di sisi jalan. Begitu pula dengan Jl Sesetan yang arusnya tak jauh berbeda dari kemarin. Namun, keramaian di Jl Ahmad Yani Utara, kini masih juga tak mereda.
penulis: kar/dyt
reporter: kpw/eka/gi/Tim Madyapadma

