Angka positif COVID-19 kian merayap tinggi. Begitu pula dengan kasus kematian yang tak kunjung mereda. Bahkan tingkat fatalitas Indonesia naik sekitar 0,15%. Bagaimana info selengkapnya? Berikut perkembangan data COVID-19 yang berhasil dirangkum tim Madyapadma Online.
Hasil pantauan tim Madyapadma online, pada Minggu (17/05) pukul 13.00 WITA menunjukkan 4.736.389 orang di dunia mengidap penyakit COVID-19. Kendati begitu, 1.819.119 orang dinyatakan telah sembuh. Namun sayang, COVID-19 ini telah memakan 313.545 korban yang meninggal dunia. Masyarakat dunia mungkin bisa bernafas lega untuk sementara, karena tingkat fatalitasnya turun sebanyak 0,03% dari total persentase 6,62%.
Sementara, data di Indonesia menunjukkan adanya penambahan 489 orang positif COVID-19. Sehingga, kini terdapat 17.514 orang yang terjangkit COVID-19. Kabar baiknya, sebanyak 218 orang dinyatakan pulih membuat total masyarakat Indonesia yang telah terbebas dari COVID-19 menjadi 4.129 orang. Dengan tingkat fatalitas 6,55%. Itu menunjukkan bahwa tingkat fatalitas di Indonesia naik 0,15%.
Di Bali, sejumlah 250 orang pasien telah dinyatakan pulih dari COVID-19 dengan penambahan 7 orang untuk hari ini. Akan tetapi, terdapat penambahan 2 kasus positif COVID-19. Sehingga jumlahnya menjadi 348 orang. Sama seperti kemarin, Bali tidak mencatat kasus kematian tambahan. Jumlahnya masih tetap yakni sebanyak 4 orang. Tingkat fatalitasnya pun turun 0,01% dari total persentase 1,15%. Sayangnya, kasus transmisi lokal menunjukkan adanya penambahan 1 orang. Alhasil jumlah transmisi lokal di Bali menjadi 136 orang dengan persentase 39,08% (naik 0,06%).
Entah ini karena berkat PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau hal lainnya. Yang jelas jumlah pasien positif di Kota Denpasar tidak mengalami penambahan. Sama seperti hari perdana PKM, pasien positifnya berjumlah 65 orang. Kabar lainnya yaitu jumlah kematian di Denpasar juga tidak mengalami penambahan. Itu artinya kasus kematian tetap di angka 2 orang. Daftar pasien yang pulih pun masih sama, yakni berjumlah 50 orang. Dengan begitu, tingkat fatalitas di Kota Denpasar masih menunjukkan angka 3,08%.
Jumlah transmisi lokal di Denpasar masih menunjukkan angka yang sama pula. 21 orang transmisi lokal dengan persentase 32,31%. Kabar yang lebih baik lagi Orang Tanpa Gejala (OTG) masih terdeteksi berjumlah 378 (tidak terdapat penambahan). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Denpasar pun masih setia berada pada angka 47 orang. Selaras dengan hal tersebut, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga masih terdiam di angka 303 orang, tanpa penambahan.
Memang betul data penyebaran COVID-19 di Denpasar tidak mengalami peningkatan. Masyarakat juga boleh bernafas lebih lega. Akan tetapi masyarakat harus tetap waswas dalam menjaga kesehatan dan kebersihan. Hal ini dikarenakan jumlah transmisi lokal menunjukkan angka yang tergolong tinggi. Selaras dengan apa yang diungkapkan dr. I Nyoman Dwija Putra Sp.B(K)BD (52), dirinya menjelaskan “Transmisi lokal lebih dari 30 % artinya sudah cukup berbahaya. Dari 10 orang di suatu tempat, berarti ada 3 orang sudah bisa menularkan ke orang lain yang ada dalam lingkungan tersebut.” dr. Nyoman Dwija juga mengkhawatirkan apabila hal itu dibiarkan, rantai penyebaran virus akan lebih cepat. Sehingga peningkatan kasus akan terus terjadi.
Karena itu, dr. Nyoman Dwija mendukung pemberlakuan PKM. “Langkah yang harus diambil yaitu pembatasan kegiatan masyarakat. Kalau tidak ada kebutuhan yang emergency cukup diam di rumah saja,” tegasnya. Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat senantiasa menerapkan pola hidup sehat dengan tambahan vitamin C jika diperlukan. Di akhir, dr. Nyoman Dwija berpesan “Tetap sabar dan selalu ambil positifnya dari musibah ini.” (Tim Madyapadma)

