Sejauh ini COVID-19 masih terus menghantui seluruh belahan dunia. Hari berganti hari, masih ada saja pertambahan jumlah orang yang terjangkit COVID-19. Sebanyak apakah perkembangan penyebaran COVID-19?
Berdasarkan hasil kalkulasi data penyebaran COVID-19, yang dipantau oleh tim Madyapadma online, pada Sabtu (16/05) pukul 13.00 WITA. Sebanyak 4.641.975 orang didiagnosa positif mengidap COVID-19, sejumlah 1.768.156 orang telah dinyatakan pulih. Sementara itu, angka kematian di dunia telah menginjak 308.877 orang. Dengan tingkat fatalitas 6,65%. Hal tersebut menunjukkan adanya penyusutan 0,05% tingkat fatalitas di dunia.
Di Indonesia, ada sekitar 525 tambahan pasien COVID-19. Membuat angka positif COVID-19 di Indonesia melunjak menjadi 17.025 kasus. Pasien yang telah dinyatakan sembuh pun hanya bertambah sebanyak 103 orang, dari total 3.911 orang. Hari ini pula, tercatat sebanyak 13 kasus kematian akibat COVID-19. Membuat daftar korban bertambah menjadi 1.089 orang. Dengan begitu, tingkat fatalitas di Indonesia tergolong menurun sebanyak 0,12% dari total persentase 6,40%.
Berbeda dengan Bali yang pada hari ini tidak mencatat kasus kematian tambahan (tetap sebanyak 4 kasus). Di sisi lain, terdapat tambahan pasien sebanyak 3 orang, yang menjadikan daftar kasus positif COVID-19 sejumlah 346 orang. Pasien yang telah dinyatakan pulih dari COVID-19 pun bertambah sebanyak 11 orang, dari total 243 orang. Untuk wilayah Bali, memiliki tingkat fatalitas sebesar 1,16%, turun 0,01% dibandingkan hari kemarin. Kendati begitu, tranmisi lokal di Bali menunjukkan adanya penambahan 3 kasus, menjadi 135 kasus. Alhasil persentase transmisi lokal meningkat sebesar 0,54%, menjadi 39,02%.
Dengan tak memiliki penambahan kasus kematian, tetap sebanyak 2 kasus, hari ini Kota Denpasar juga tak menambah catatan pasien positif COVID-19. Tetap dengan catatan kasus sebanyak 65 orang. Kabar baik lainnya, 1 orang pasien COVID-19, telah dinyatakan sembuh. Daftar pasien pulih dari COVID-19 pun bertambah menjadi 50 orang. Selain itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) terdeteksi sebanyak 378 orang. Orang Dalam Pengawasan terdeteksi sebanyak 303 orang, dengan tambahan 4 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdeteksi sebanyak 47 orang.
Perihal adanya transmisi lokal, beruntungnya Denpasar kali ini tidak memiliki catatan penambahan, tetap pada angka 21 orang, dengan persentase sebesar 32,31%. Melihat kondisi transmisi lokal di Denpasar yang telah menginjak angka 30% lebih, dr. Putu Tarita Susanti (31). dihubungi melalui via daring, bersedia membagikan pandangannya. "Itu artinya bisa menjadi bahaya, karena penyumbang kasus di Denpasar adalah transmisi lokal. Kasus dapat bertambah semakin banyak apabila tidak di terapkan aturan menghindari wabah ini," jelas dr. Susanti. Tingkat fatalitas Kota Denpasar pun juga stagnan di angka 3,08%, seperti kemarin.
Pelaksanaan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ini tentunya akan berdampak pada penyebaran COVID-19 di Denpasar. Meski begitu, menurut dr. Susanti aparat terkait harus tetap tegas dan waspada dengan senantiasa memperhatikan protokol kesehatan. “Aparat terkait yang kontak langsung dengan warga tetap melakukan cuci tangan, social dan physical distancing dikarenakan kita tidak mengetahui dari sekian banyak warga yang melakukan pemeriksaan apakah benar- tidak terinfeksi COVID -19 atau sebaliknya,” katanya. Selain itu, masyarakat juga hendaknya turut berkontribusi dalam menjaga kesehatan dirinya. Tak perlu melakukan hal yang besar, cukup mulai dengan kebiasaan-kebiasaan kecil demi menjaga kebersihan. “Tindakan yang dilakukan sebenarnya sederhana. Cukup cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah menyentuh barang atau benda-benda di luar rumah. Tidak berlebihan menggunakan APD yang tidak semestinya digunakan ketika keluar rumah seperti sarung tangan medis atau bahkan menggunakan baju hazmat,” jelas dr. Susanti. Dirinya juga menambahkan, masyarakat hendaknya lebih menjaga kondisi. “Perbanyak minum air dan vitamin bila memungkinkan,” ungkapnya (Tim Madyapadma).

